WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama mengatakan, Jumat (4/9), Gedung Putih akan mengeluarkan daftar nama sebagian besar pengunjungnya.
Kebijakan ini untuk memenuhi tuntutan kelompok-kelompok pengawas yang ingin mengetahui para pelobi yang mungkin berusaha memengaruhi kebijakan presiden AS.
Sejauh ini Obama masih mengikuti tradisi para presiden sebelumnya yang merahasiakan nama para tamu Gedung Putih. Praktik itu mendorong gugatan oleh para kelompok pengawas yang ingin tahu siapa yang bertemu presiden dan para pejabat Gedung Putih.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, catatan tentang para tamu Gedung Putih akan tersedia bagi publik," kata Obama dalam pernyataan tertulis. Ia menambahkan, "Warga Amerika memiliki hak untuk mengetahui suara siapa yang didengar dalam proses pembuatan kebijakan."
Menurut kebijakan baru itu, catatan setiap bulan para pengunjung Gedung Putih dari 90 hari hingga 120 hari sebelumnya akan tersedia di internet. Puluhan ribu orang mengunjungi Gedung Putih setiap bulan.
"Kebijakan baru itu tidak akan mencakup sekelompok kecil janji (tamu) yang tak dapat diungkapkan karena kepentingan keamanan nasional atau sifat kerahasiaan penting mereka (misalnya kunjungan oleh calon ketua Mahkamah Agung," kata Gedung Putih.
Kelompok pengawas Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW) telah mengajukan empat gugatan untuk meminta nama-nama pengunjung Gedung Putih. "Memberi masyarakat akses ke catatan pengunjung merupakan satu langkah penting untuk memulihkan transparansi dan akuntabilitas pada pemerintah kita," kata Direktur Eksekutif CREW Melanie Sloan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang