JAKARTA, KOMPAS.com — Penyerangan dan perusakan kantor Kepolisian Sektor Metro Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) sekitar pukul 01.25 dini hari tadi diduga merupakan buntut dari razia balap liar yang dilakukan tim Perintis Kepolisian Daerah Metro Jaya di daerah Jakarta Pusat.
Kepala Polsek Metro Matraman Komisaris Kasworo menyatakan, dalam razia yang dilakukan Polda Metro itu, sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor yang merupakan hasil razia memang dititipkan di Polsek Matraman, sedangkan pengendaranya, atau biasa disebut joki, tidak ditahan.
Sepanjang hari Jumat memang tidak terjadi apa-apa, tetapi selepas tengah malam datang sekitar 30 orang berbadan tegap. Mereka datang beramai-ramai dengan mengendarai sepeda motor.
Kepada petugas jaga, sejumlah orang langsung mendatangi petugas jaga dan menanyakan soal penahanan joki. "Siapa yang nahan teman saya (joki)?" kata Kasworo menirukan pelaku. "Padahal, kita tidak menahan," tambah Kasworo.
Sebelum pertanyaan dijawab, puluhan orang yang berdiri di halaman kantor Polsek ternyata sudah merusak kendaraan dan memecahkan kaca-kaca kantor. Menghadapi penyerangan mendadak itu, para polisi piket yang jumlahnya 15 orang berusaha menyelamatkan diri.
"Saat itu sebagian petugas sedang patroli. Konyol lah kalau kita melawan massa," kata Kasworo.
Akibat penyerangan itu, kaca mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi B 522 Y milik tamu Polsek pecah di bagian belakang dan samping kanan. Selain itu, mobil patroli yang juga terparkir ikut dirusak massa sehingga kaca belakang, samping kanan, dan depan pecah.
Massa juga merusak kaca pintu masuk Polsek dan tiga buah jendela di depan dan samping kantor Polsek. Menurut Kapolsek, kerugian mencapai sekitar Rp 12 juta.
Joki masih dilacak
Sampai saat ini polisi masih mencari para penyerang, sedangkan tentang pemilik sepeda motor yang ditahan saat ini sudah diketahui. Berdasarkan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin, polisi mengidentifikasi motor tersebut bernomor polisi B 6146 TAU. Pemiliknya, sesuai data, adalah Astim, warga Kampung Pulo, Jantinegara, Jakarta Timur.
"Joki yang bawa waktu razia namanya Maulana. Kita masih lacak alamat jokinya dan pemilik motor," kaat Kasworo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang