YAI Tak Lelah Kampanyekan Bahaya HIV

Kompas.com - 05/09/2009, 17:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Banyak cara untuk mengampanyekan bahaya AIDS yang telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Seperti yang dilakukan para relawan Yayasan AIDS Indonesia (YAI) dengan melakukan road show mall to mall dan school to school.

Kali ini YAI menyambangi Plaza Slipi Jakarta dengan mendirikan stand informasi dan menghibur pengunjung dengan musik hidup. Sebelumnya, YAI sudah hadir di enam mall dan enam sekolah di Jabodetabek sejak Maret 2009 .

Koordinator kampanye YAI Andrian Yulianto menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan secara langsung kepada masyarakat khususnya anak muda yang paling banyak terkena kasus AIDS dan HIV.

Berdasarkan data Depkes, katanya, jumlah kasus HIV dan AIDS sejak tahun 1987 sampai akhir Maret 2009 di Indonesia sebanyak 23.632 kasus, dengan kasus HIV 16.110, AIDS 6.554, dan meninggal 3.362 kasus. Namun, perkiraan WHO jumlah kasus di Indonesia sekitar 169.000-216.000.

"Data Depkes belum mencerminkan keadaan sebenarnya karena masih banyak yang belum terdeteksi," ucapnya.

Ia menambahkan, dari data YAI kelompok usai yang tekena kasus HIV dan AIDS di Indonesia sebagian besar usia produktif sekitar 20-39. Sedangkan jenis penularan tertinggi melalui jarum suntik diikuti hubungan seks yang tidak aman.

Andrian menjelaskan, remaja merupakan sasaran empuk untuk menjadi konsumen narkotika dan industri seks sehingga dapat merubah perilaku sehat menjadi perilaku yang beresiko dalam penularan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Untuk itu, tambah dia, YAI mengangkat tema "Stop AIDS Before AIDS Your Life" untuk menekan angka penularan HIV dan AIDS. "Berhenti dengan segala aktifitas rentan AIDS dan HIV sebelum AIDS memberhentikan hidup kamu," lontar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau