Yuddy : Golkar Hadapi Dua Tantangan Besar

Kompas.com - 05/09/2009, 19:02 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Partai Golkar menghadapi dua tantangan  cukup besar yang harus dilalui untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang beringin di kiprah politik Indonesia.

"Ke depan tantangan Golkar bukan tidak ringan, tapi semakin berat," kata Ketua Departemen Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandi, di Tasikmalaya, Sabtu (5/9).

Dijelaskannya, dua tantangan berat tersebut yakni masalah partisipasi masyarakat terhadap Golkar yang mulai menyusut ditinjau dari tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan umum, bahkan semakin menyusutnya ketika pemilihan umum presiden.

Tantangan kedua adalah persaingan dengan partai politik lain yang pada perkembangannya makin gencar membentuk generasi muda menjadi pemimpin parpol untuk kemajuan partainya.

Dikatakannya, jika dengan tantangan tersebut Golkar tak mampu menciptakan terobosan baru, maka pamor partai berlambang beringin itu akan menyusut di panggung politik Indonesia.

"Di tahun 2014 akan menyusut secara drastis, kalau kita tidak berjuang mengembalikan kebesaran Golkar sekarang dengan pemimpin baru," katanya.

Ia menilai, perubahan agar Golkar menjadi lebih baik yakni masalah pemimpin. Selama ini, rakyat menghendaki pemimpin baru di partai Golkar dengan harapan mengembalikan kejayaaan partai.

Dijelaskannya, dipandang dari realitas politik selama ini, keberadaan partai Golkar banyak dinilai berbagai kalangan yang mengkhawatirkan kader-kader terbaiknya menyusut secara drastis.

Sementara itu, menyinggung pencalonannya sebagai ketua umum Partai Golkar, Yuddy menilai dirinya tidak bersaing para kandidat besar, tetapi bagaimana menciptakan gagasan baru untuk menyelamatkan masa depan Golkar.

"Kalau saya terpilih berarti gagasan saya menang, dan bukan berarti saya mengalahkan orang," kata Yuddy yang merupakan calon satu-satunya dari Jawa Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau