JAKARTA, KOMPAS.com — Popok bayi adalah salah satu kebutuhan mendesak di pengungsian korban gempa di Cianjur, mengingat sekitar 30 persen pengungsi adalah anak-anak dan di antaranya adalah anak balita. Korban gempa dan longsor di Desa Cikangkareng dan Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini masih tinggal di 14 tenda pengungsian di sekitar lokasi bencana.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Cibinong Indah Effendi yang berjaga di Posko Utama Bencana Desa Cikangkareng mengatakan, bantuan untuk korban yang masih bayi dan balita sangat mendesak untuk saat ini. "Susu dan bubur bayi sudah ada, tapi masih dibutuhkan. Popok yang belum ada, padahal itu dibutuhkan," tutur Indah ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (6/9).
Selain itu, bantuan jasa konsultasi psikologis terhadap anak-anak juga masih dibutuhkan. Pasalnya, sekitar 300 anak yang menjadi korban selamat dalam bencana ini mengalami trauma dan terpaksa tak bersekolah. "Selama ini, bantuan psikologis masih dibantu oleh relawan dari kaum duafa," lanjut Indah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang