Ingat, Korban Gempa Juga Butuh Popok Bayi

Kompas.com - 06/09/2009, 15:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Popok bayi adalah salah satu kebutuhan mendesak di pengungsian korban gempa di Cianjur, mengingat sekitar 30 persen pengungsi adalah anak-anak dan di antaranya adalah anak balita. Korban gempa dan longsor di Desa Cikangkareng dan Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini masih tinggal di 14 tenda pengungsian di sekitar lokasi bencana.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Cibinong Indah Effendi yang berjaga di Posko Utama Bencana Desa Cikangkareng mengatakan, bantuan untuk korban yang masih bayi dan balita sangat mendesak untuk saat ini. "Susu dan bubur bayi sudah ada, tapi masih dibutuhkan. Popok yang belum ada, padahal itu dibutuhkan," tutur Indah ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (6/9).

Selain itu, bantuan jasa konsultasi psikologis terhadap anak-anak juga masih dibutuhkan. Pasalnya, sekitar 300 anak yang menjadi korban selamat dalam bencana ini mengalami trauma dan terpaksa tak bersekolah. "Selama ini, bantuan psikologis masih dibantu oleh relawan dari kaum duafa," lanjut Indah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau