PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Tidak adanya penerbangan dari dan ke Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Minggu (6/9) menghilangkan pendapatan para sopir taksi bandara yang biasanya melayani antar jemput penumpang. "Di hari biasa, saya bisa nganter dua (hingga) tiga kali. Tapi kemarin sama sekali tidak ada penerbangan," kata Darwan, seorang sopir taksi di Palangkaraya, Senin (7/9).
Tidak adanya penerbangan itu meliputi penerbangan pesawat perintis yang dilayani Avia Star, maupun pesawat komersial lainnya (Susi Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia). Berdasar pantauan, Senin ini kondisi cuaca Palangkaraya masih diselimuti kabut. Sinar matahari tampak samar, tidak terlampau menyilaukan, karena terlindung tabir asap.
Tampak anak sekolah yang berangkat, sebagian di antaranya memakai masker karena pada pagi hari kabut cukup pekat. Bau asap tercium cukup kuat di udara Palangkaraya. Dalam jarak sekitar seratusan meter, dedaunan di pohon tampak kelabu tersaput asap, tidak menghijau seperti biasa terlihat ketika cuaca di ibu kota Kalimantan Tengah tersebut cerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang