Asap Datang, Taksi Bandara Kehilangan Pendapatan

Kompas.com - 07/09/2009, 07:49 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Tidak adanya penerbangan dari dan ke Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Minggu (6/9) menghilangkan pendapatan para sopir taksi bandara yang biasanya melayani antar jemput penumpang. "Di hari biasa, saya bisa nganter dua (hingga) tiga kali. Tapi kemarin sama sekali tidak ada penerbangan," kata Darwan, seorang sopir taksi di Palangkaraya, Senin (7/9).

Tidak adanya penerbangan itu meliputi penerbangan pesawat perintis yang dilayani Avia Star, maupun pesawat komersial lainnya (Susi Air, Batavia Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia). Berdasar pantauan, Senin ini kondisi cuaca Palangkaraya masih diselimuti kabut. Sinar matahari tampak samar, tidak terlampau menyilaukan, karena terlindung tabir asap.

Tampak anak sekolah yang berangkat, sebagian di antaranya memakai masker karena pada pagi hari kabut cukup pekat. Bau asap tercium cukup kuat di udara Palangkaraya. Dalam jarak sekitar seratusan meter, dedaunan di pohon tampak kelabu tersaput asap, tidak menghijau seperti biasa terlihat ketika cuaca di ibu kota Kalimantan Tengah tersebut cerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau