3 Guilty Pleasure yang Ternyata Bermanfaat

Kompas.com - 07/09/2009, 11:46 WIB

KOMPAS.com - Tahu, kan, istilah guilty pleasure? Yaitu sesuatu yang dianggap sangat menyenangkan oleh seseorang, namun menimbulkan perasaan bersalah saat menikmatinya? Mengapa harus merasa bersalah, tak lain karena sifat sesuatu itu yang dapat dikategorikan enggak bermutu, menurut persepsi seseorang atau kebanyakan orang.

Setiap orang memiliki guilty pleasure yang berbeda-beda. Anda mungkin paling suka menyantap mi instan untuk "camilan" sore-sore, apalagi sambil nonton infotainment. Sedangkan suami sering sekali memutar lagu Can't Get You Out of My Head-nya Kylie Minogue saat mengemudi. Meskipun mantan gitaris band rock, ia tak malu mendengarkan lagu-lagu dance-nya Kylie Minogue. Sebab, suara Kylie membuatnya tetap segar saat menempuh perjalanan jauh dari kantor ke rumah.

Bila guilty pleasure berkaitan dengan bacaan, tontonan, atau jenis hiburan lain, tentu tak akan mempengaruhi kesehatan. Namun bila kesenangan itu berhubungan dengan makanan, tentu tak cuma "kesehatan selera" Anda yang terganggu, tetapi juga kesehatan fisik Anda.

Meskipun begitu, tidak semua makanan guilty pleasure merugikan untuk tubuh. Menurut sejumlah studi dan penelitian ekstensif, ada tiga jenis guilty pleasure yang dapat Anda nikmati sekaligus memberikan manfaat. Ketiga hal itu adalah:

1. Alkohol
Alkohol meningkatkan kadar kolesterol baik, atau HDL. HDL yang meningkat akan menjadi keseimbangan yang baik bagi kolesterol jahat, atau LDL. Para ahli meyakini bahwa melawan kolesterol jahat dengan kolesterol baik dapat mengurangi risiko mengeraskan pembuluh nadi, suatu kondisi yan gdapat menyebabkan penyakit jantung. Dalam sebuah studi di Eropa (2008), terlihat ada suatu koneksi antara asupan alkohol dan kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi dalam darah. Konsumsi alkohol dalam jumlah yang disarankan juga membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan penyakit demensia vaskuler, serta melindungi tubuh dari serangan stroke.  

Karena itu, mengonsumsi alkohol saat dugem sebenarnya tak selalu salah. Kuncinya adalah mengonsumsi dalam takaran yang cukup. Terlalu banyak minum juga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti naiknya tekanan darah dan stroke. Untuk mendapatkan manfaat dari alkohol, sebaiknya Anda menikmati satu minuman sehari (pria disarankan satu atau dua gelas sehari). Asupan alkohol yang baik adalah 340 gram bir, 113 gram anggur, atau 42,5 gram hard liquor (80-proof). Meskipun alkohol bisa meningkatkan kadar estrogen pada wanita, namun risikonya sangat kecil. Wanita yang minum alkohol juga memiliki kemungkinan mendapatkan lebih banyak asam folat untuk mencegah peningkatan kadar estrogen (yang sering dikaitkan dengan kanker payudara).  

2. Cokelat
Para peneliti dari Universitas Harvard mendapati bahwa cokelat mampu meningkatkan aliran darah melalui pembuluh otak besar. Selain itu sudah ada berbagai studi lain yang mengindikasikan bahwa dark chocolate baik untuk mengendurkan pembuluh darah, sekaligus membantu kesehatan jantung. Namun cokelat tinggi kalori, jadi seperti juga alkohol, asupan yang secukupnya sangat disarankan. Untuk manfaat kesehatan, pilih cokelat gelap dan bukannya cokelat putih.

3. Kopi
Dalam berbagai studi, kopi sering disebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Namun banyak dari studi tersebut yang tidak sempurna. Studi yang lebih baru menunjukkan bahwa orang yang minum secangkir kopi sehari justru mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kemungkinan juga mencegah perkembangan penyakit Parkinson. Kopi seharusnya dimasak (brewed), namun kopi yang tidak disaring tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan yang sama, dan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Kemudian, wanita hamil juga harus membatasi konsumsi kafein.   

Jadi, apabila dikonsumsi dengan takaran yang cukup, ketiga guilty pleasure ini tidak lagi membuat Anda merasa bersalah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau