SAN FRANSISCO, KOMPAS.com — Sebanyak 2.000 mahasiswa di Washington State University (WSU) telah melaporkan bahwa mereka mengidap gejala flu babi. Lembaga pendidikan pantai-barat itu pekan lalu membuat blog guna membantu menyediakan keterangan bagi mahasiswa tentang penyebaran tiba-tiba dan dramatis virus flu babi A-H1N1 di kampus itu, beberapa hari setelah masuknya tahun ajaran baru.
"Kami memperkirakan, kami telah mengadakan kontak dengan 2.000 mahasiswa yang terserang penyakit seperti influenza dalam 10 hari pertama semester musim gugur kami," demikian pernyataan yang dimuat melalui internet.
"Saat ini, kami secara khusus akan menghadapi sejumlah pasien penyakit seperti influenza. Petugas kesehatan setempat telah menangani mahasiswa WSU dengan penyakit seperti influenza, tapi kami tidak mengetahui jumlah mahasiswa itu," katanya.
"Kami juga tak mungkin memperkirakan berapa mahasiswa yang dirawat di rumah tanpa menghubungi kami," kata beberapa pejabat lembaga pendidikan tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa mereka telah diminta oleh Departemen Kesehatan wilayah untuk melacak jumlah pengidap sesungguhnya guna menguraikan yang lebih baik mengenai berapa jumlah mahasiswa WSU yang benar-benar terinfeksi penyakit seperti influenza itu.
Universitas yang memiliki 19.000 mahasiswa tersebut menambahkan bahwa perguruan tinggi itu mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh US Centers for Disease Control and Prevention dalam memberikan saran kepada mahasiswa mengenai cara menghindari infeksi dan penyebaran virus A-H1N1.
"Mayoritas besar pasien kami terinfeksi gejala ringan dan biasanya kondisi mereka jadi lebih baik dalam tiga sampai lima hari," kata beberapa pejabat universitas tersebut.
Tak satu pun kasus A-H1N1 di WSU sejauh ini merenggut korban jiwa. Namun, sudah terdapat 539 kematian yang berkaitan dengan kasus A-H1N1 di AS. Angka itu menempati urutan kedua setelah Brasil, dengan catatan 657 kematian.