Menteri atau Anggota DPR, Jero Wacik Belum Bersikap

Kompas.com - 07/09/2009, 13:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat caleg terpilih yang masih menjabat menteri, belum menentukan pilihan, apakah tetap menjadi pembantu SBY hingga 20 Oktober mendatang, atau hengkang ke Senayan dan menjalani pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober.

Salah satunya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. Ditemui seusai pembahasan RUU Perfilman, Senin (7/9), Jero mengatakan, keputusan baru akan diambilnya sebelum 'jatuh tempo' 1 Oktober.

"Saya ini orang yang taat azas. Saya masih menteri dan terpilih anggota DPR. Tapi untuk anggota DPR kan baru dilantik 1 Oktober. Nanti sebelum 1 Oktober, akan membuktikan saya jadi apa," kata Jero, di Gedung DPR, Jakarta.

Jero berdalih, sikap tegas yang belum diambilnya karena dirinya masih ingin menyelesaikan tugasnya di kementerian. "Bagi saya, menjadi anggota DPR pengabdian, menjadi menteri pengabdian. Masih ada waktu, masih banyak tugas yang harus saya selesaikan," ujarnya.

Ia membantah bahwa penundaan pengambilan sikap karena menunggu kepastian dari SBY apakah ia turut direkrut dalam kabinet mendatang. "Kalau soal menteri kan hak prerogatifnya presiden setelah 20 Oktober," kilahnya.

Mengenai batas waktu 9 September yang diberikan KPU bagi menteri yang masih menjabat, menurut Jero, bukan keputusan final. Ia melihat masih ada dualisme pemikiran di tubuh KPU sendiri.

Selain Jero Wacik, tiga menteri sekaligus caleg terpilih yang belum menentukan sikap adalah Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Effendi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau