Lukman Edy Tunggu Arahan SBY

Kompas.com - 07/09/2009, 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy tak memberikan jawaban tegas saat ditanya, apakah ia akan mundur dari jabatan menteri setelah terpilih sebagai anggota DPR 2009-2014. Politisi PKB ini mengatakan, ia masih menunggu arahan dari Presiden SBY. Hal itu disampaikan Lukman, ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senin (7/9).

 

"Nantilah, menunggu arahan dari presiden. Kalau arahan sudah jelas, baru bisa disampaikan," kata Sekjen PKB ini.

 

Lukman mengaku, malam tadi mendapatkan arahan dari Presiden SBY. Tak hanya dia, tiga menteri lain yang terpilih sebagai anggota DPR yaitu Taufik Effendi (Meneg PAN), Jero Wacik (Menbudpar) dan Suryadharma Ali (Menkop dan UKM) juga mendapatkan arahan yang sama via telepon.

 

"Tadi malam ada arahan presiden, tapi saya tidak berani sampaikan bocoran (arahan). Sudah ada arahan Presiden, intinya tentang imbauan KPU," kata Lukman.

Imbauan KPU yang dimaksudnya, batasan bagi caleg yang masih menjabat menteri untuk menentukan sikap paling lambat tanggal 9 September lusa. Lukman mengatakan, terkait hal tersebut, ia akan menyurati KPU, Presiden dan partai pada tanggal itu. Lagi-lagi, ia menolak untuk menyebut apakah surat tersebut mengenai mundur dari jabatan menteri atau mundur sebagai anggota DPR terpilih.

"Yang jelas, kita menghormati lembaga DPR. Rencananya sih, saya ikut pelantikan dulu pada tanggal 1 Oktober," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau