Polisi Periksa 4 Pimpinan KPK, Besok

Kompas.com - 07/09/2009, 17:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi akan memeriksa empat pimpinan dan empat personel Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (8/9). Pemeriksaan sedianya dilakukan Senin (7/9) ini, tetapi keempat pimpinan meminta agar pemeriksaan ditunda.

Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji menjelaskan, pemeriksaan ini terkait dengan laporan Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar sebagai tindak lanjut testimoni yang dibuatnya.

"Pimpinan KPK dan personel KPK lainnya jumlah seluruhnya delapan orang dipanggil terkait laporan Ketua KPK nonaktif Antasari sebagai tindak lanjut testimoni yang dibuatnya," ujarnya dalam pesan singkat kepada wartawan, Jakarta, Senin.

Susno mengatakan, pemanggilan ini merupakan hal biasa sehingga tidak perlu dilebih-lebihkan. Selain itu, pimpinan dan pegawai KPK sangat kooperatif. Namun, karena kesibukan dan untuk persiapan, mereka minta waktu ditunda. "Mereka minta ditunda tanggal 8 besok," jelasnya kepada wartawan di Mabes Polri.

Sebelumnya, Antasari melaporkan pimpinan KPK yang lain terkait dugaan suap dari Anggoro dalam penanganan kasus PT Masaro. Pemeriksaan tersebut untuk mengklarifikasi kebenaran laporan Antasari. Status mereka saat ini masih sebagai saksi.

Menurut dia, kedelapan personel KPK itu harus segera diminta keterangan agar kasus tidak berlarut-larut. "Harus ada kepastian hukum supaya lembaga KPK tetap terjamin kewibawaannya," tuturnya.

Susno juga menegaskan, pemeriksaan keempat pimpinan KPK tidak perlu mendapatkan persetujuan dari presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau