Jawa, Bahasa Komunikasi Wajib di Bantul

Kompas.com - 07/09/2009, 17:21 WIB

BANTUL, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen untuk melestarikan bahasa Jawa yang saat ini mulai tidak populer. Salah satunya dengan mewajibkan kalangan pegawai negeri sipil atau PNS untuk berkomunikasi dengan bahasa Jawa setiap hari Sabtu dan tanggal 20 tiap bulannya.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Bantul Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan bahasa Jawa pada Hari Tertentu di Lingkungan Pemkab Bantul. Kebijakan tersebut sekaligus tindak lanjut dari Instruksi Gubernur DI Yogyakarta, yang sudah terlebih dahulu mewajibkan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Gendut Sudarto, Senin (7/9), mengatakan, penggunaan bahasa Jawa bertujuan untuk melestarikan bahasa tersebut sebagai alat komunikasi verbal kedinasan. "Tak hanya soal bahasanya, tetapi juga adat dan tata krama Jawa juga harus ditegahkan," katanya.

Menurutnya, penggunaan bahasa Jawa dilakukan dalam kegiatan rapat, pembicara di lingkungan kantor, pembicaraan melalui telepon, dan kegiatan pelayanan terhadap masyarakat. "Awalnya mungkin sedikit canggung, tapi lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan," katanya.

Di Bantul, hampir 95 persen PNS berasal dari suku Jawa. Maka dari itu, pemerintah sangat berharap penerapan kebijakan tersebut dapat direalisasikan dengan cepat. "Untuk PNS non-Jawa harus belajar menggunakan bahasa Jawa karena kebijakan itu berlaku untuk semua," ujarnya.

Gendut menambahkan, berbicara dengan bahasa Jawa lebih sulit dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Jawa dikenal beberapa tingkatan, mulai dari bahasa ngoko, krama inggil, dan krama halus. Ia mengakui sampai saat ini masih belum bisa menggunakan bahasa Jawa yang sesuai dengan kondisi dan lawan bicara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau