BERLIN, KOMPAS.com — Kanselir Jerman Angela Merkel, Minggu (6/9), menyatakan "menyesal mendalam" akan kematian warga dalam serangan udara NATO baru-baru ini di Afganistan. Serangan itu diperintahkan seorang panglima tentara Jerman.
"Jika ada korban di kalangan penduduk, saya secara mendalam menyesalkannya," kata Merkel sebelum bertemu di Berlin dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.
Ia menyerukan penyelidikan "cepat, lengkap, dan terbuka" oleh NATO atas serangan pada Jumat di Provinsi Kunduz, Afganistan utara, itu.
Merkel menenteramkan sekitar 4.000 tentara Jerman di Afganistan utara, yang menghadapi peningkatan kekerasan dan dikatakannya bertugas dalam "keadaan sulit" bahwa negara mereka "berdiri di belakang mereka".
Pasukan pimpinan NATO di Afganistan pada Minggu membantah bahwa penyelidiknya sudah menuntaskan penyelidikan mereka dan mendapatkan jumlah pasti korban.
Mohammad Omar, Gubernur Provinsi Kunduz, mengatakan kepada kantor berita Perancis AFP lewat telepon pada Minggu bahwa enam warga, termasuk seorang anak-anak, termasuk dalam 54 orang tewas akibat serangan udara itu, yang menyasar dua tangki bensin bajakan Taliban.
Terdapat sekitar 100.000 prajurit asing, terutama dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, di Afganistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi perlawanan sisa Taliban.