Dugarry Heran, Domenech Masih Dipertahankan

Kompas.com - 08/09/2009, 01:47 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Mantan striker Perancis yang ikut membawa sukses juara Piala Dunia 1998, Christophe Dugarry, kecewa dengan Presiden FFF (federasi sepak bola Perancis), Jean-Pierre Escalattes. Sebab, dia masih mempertahankan pelatih timnas Raymond Domenech yang jelas-jelas tak membawa kemajuan.

Banyak yang berharap Domenech dipecat setelah Perancis gagal di penyisihan grup Piala Eropa 2008. Namun, dia masih dipertahankan oleh FFF. Kini, Perancis juga terseok-seok di kualifikasi Piala Dunia 2010 Grup 7. Hasil seri lawan Rumania, Sabtu (5/9), membuat Perancis tertinggal 4 poin dari Serbia. Maka, Perancis harus memenangkan sisa pertandingan jika ingin menang langsung. Itu pun masih tergantung hasil Serbia.

"Escalattes memilih tidak punya pilihan. Peran dia adalah membuat pilihan. Dia telah populer karena ketidakmampuannya dalam banyak hal. Ini memalukan dan tragis buat sepak bola," kecam Dugarry.

Minggu (6/9) setelah Perancis ditahan Rumania 1-1, Escalattes justru mengatakan tetap mempertahankan Domenech, meski Perancis harus menjalani play-off. Ini mengecewakan Dugarry. Dia juga mengkritik Domenech yang gagal membangun tim yang baik.

"Domenech mengatakan bahwa para pemainlah yang menentukan gaya tim. Ini tak bisa diterima. Memasang 11 pemain di lapangan belum cukup bisa menghadirkan sebuah gaya permainan," kritiknya.

Di bawah Domenech, Perancis mampu masuk final Piala Dunia 2006. Namun, setelah itu permainan Perancis memburuk. Banyak yang menilai, Perancis bisa ke final Piala Dunia 2006 karena faktor pemain seperti Zinedine Zidane, bukan karena kamampuan pelatih.

Sebelumnya, striker Thierry Henry juga mengkritik Domenech. Ini membuat suasana tim semakin tak kondusif. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau