WASHINGTON, KOMPAS.com — Kelompok teroris, termasuk Al Qaeda, kini mengalihkan sasaran utama ke hotel-hotel, saat keamanan di fasilitas pemerintah dan militer terus ditingkatkan.
Hasil penelitian perusahaan intelijen internasional, STRATFOR, menunjukkan bahwa Al Qaeda sedang berubah dari sebuah organisasi terpusat dengan target global menjadi kelompok regional dengan sasaran lebih kecil dan dukungan kuat dari kelompok akar rumput.
Dalam laporannya, Selasa (8/9), STRATFOR meyakini Al Qaeda "baru" ini memiliki jaringan lebih kecil dengan pelatihan seadanya dan dana cekak. Dengan demikian, mereka mengincar target yang lebih mudah, seperti hotel.
"Namun bukan berarti mereka tidak lagi berbahaya. Khususnya jika mereka berusaha membuktikan kemampuan mereka atau jika mereka bisa bergabung dengan seseorang yang memiliki keahlian dan taktik tinggi," kata STRATFOR.
Catatan STRATFOR menunjukkan, jumlah serangan terhadap hotel meningkat dua kali lipat sejak serangan 11 September 2001, jika dibandingkan delapan tahun sebelumnya. Korban tewas dan luka meningkat enam kali dibandingkan periode sama.
Hotel menjadi sasaran empuk karena lokasinya pasti, banyak lalu-lalang manusia, dan pengamanannya lebih lemah. Hotel juga menjadi tempat favorit orang asing. Meskipun pengamanan hotel terus ditingkatkan, para teroris tahu cara untuk masuk, yakni menyamar sebagai tamu. Contohnya adalah serangan 17 Juli di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta. Pelaku memesan dan menginap di hotel, dua hari sebelum serangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang