Mutu Tak Sanggup Bayar Chelsea

Kompas.com - 08/09/2009, 23:39 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Penyerang Fiorentina, Adrian Mutu mengaku tidak sanggup membayar denda sebesar 14,6 juta euro atau sekitar Rp 211 miliar kepada Chelsea. Ia pun mengirimkan surat kepada Chelsea, meminta supaya sanksi denda itu diganti bentuk lain, misalnya kerja sosial mengampanyekan anti-narkoba.

"Aku tak bisa membayar uang sejumlah itu dan pada kenyataannya, tak seorang pun dalam kondisiku bisa (membayar). Ini bukan alasanku saja, tetapi pemahaman prinsip-prinsip logika dan alami mengenai ketidakmampuan," paparnya.

"Aku ingin membayar dengan melakukan kerja amal di Florence atau kota lain di Italia untuk membantu anak-anak muda yang kecanduan obat-obatan terlarang dan hal seperti itu, yang ditentukan oleh Chelsea dan pihak lain di negaraku, Rumania," lanjutnya.

Pada 2004 lalu, ketika masih membela Chelsea, Mutu kedapatan mengonsumsi narkoba sehingga mendapat skorsing. Keadaan itu membuatnya tak bisa memenuhi kewajiban sesuai  kontrak kerjanya di Chelsea. FIFA pun memutuskan, Mutu harus membayar kompensasi kepada Chelsea.

Beberapa kali, Mutu melakukan banding. Namun, ia selalu kalah dan nilai denda pun terus meningkat. Bandingnya yang terakhir ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga pada Juli lalu. Mutu terancam terkena skorsing permanen bila tidak membayar denda itu.

Terhadap ancaman itu, Fiorentina telah mengambil sikap mendukung Mutu. Mereka akan terus berusaha untuk memastikan Mutu tetap bermain bola selama ia mau dan mampu. Rekan-rekan di klub juga telah menggalang dana untuk meringankan beban utang Mutu. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau