ROMA, KOMPAS.com - Penyerang Fiorentina, Adrian Mutu mengaku tidak sanggup membayar denda sebesar 14,6 juta euro atau sekitar Rp 211 miliar kepada Chelsea. Ia pun mengirimkan surat kepada Chelsea, meminta supaya sanksi denda itu diganti bentuk lain, misalnya kerja sosial mengampanyekan anti-narkoba.
"Aku tak bisa membayar uang sejumlah itu dan pada kenyataannya, tak seorang pun dalam kondisiku bisa (membayar). Ini bukan alasanku saja, tetapi pemahaman prinsip-prinsip logika dan alami mengenai ketidakmampuan," paparnya.
"Aku ingin membayar dengan melakukan kerja amal di Florence atau kota lain di Italia untuk membantu anak-anak muda yang kecanduan obat-obatan terlarang dan hal seperti itu, yang ditentukan oleh Chelsea dan pihak lain di negaraku, Rumania," lanjutnya.
Pada 2004 lalu, ketika masih membela Chelsea, Mutu kedapatan mengonsumsi narkoba sehingga mendapat skorsing. Keadaan itu membuatnya tak bisa memenuhi kewajiban sesuai kontrak kerjanya di Chelsea. FIFA pun memutuskan, Mutu harus membayar kompensasi kepada Chelsea.
Beberapa kali, Mutu melakukan banding. Namun, ia selalu kalah dan nilai denda pun terus meningkat. Bandingnya yang terakhir ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga pada Juli lalu. Mutu terancam terkena skorsing permanen bila tidak membayar denda itu.
Terhadap ancaman itu, Fiorentina telah mengambil sikap mendukung Mutu. Mereka akan terus berusaha untuk memastikan Mutu tetap bermain bola selama ia mau dan mampu. Rekan-rekan di klub juga telah menggalang dana untuk meringankan beban utang Mutu. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang