Waduh, Anak Bupati Ditangkap karena "Nyabu"!

Kompas.com - 09/09/2009, 13:20 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com — Jajaran Direktorat Narkoba Polda Bengkulu, Rabu (9/9) pagi, menangkap empat orang yang diduga memakai narkoba jenis sabu. Salah seorang di antaranya adalah anak Bupati Seluma, Provinsi Bengkulu, Murman Efendi berinisial D.
   
"Hasil penggerebekan tadi subuh, empat orang diamankan dan salah seorang di antaranya anak Bupati Seluma," kata Direktur Narkoba Polda Bengkulu Kombes Moch Budi Tono, Rabu. Keempat tersangka diamankan di salah satu rumah pribadi yang belakangan diketahui milik Bupati Seluma, yang selama ini ditempati anaknya di Jalan Asahan Kota Bengkulu.    

"Saat penggerebekan terjadi, sejumlah barang bukti juga disita, antara lain pipet atau peng, alat untuk mengonsumsi barang haram itu, plastik yang diduga bekas bungkusan sabu, dan dua botol minuman keras," kata Kombes Budi Tono. "Informasi yang kami terima, rumah itu milik Bupati yang ditinggali anaknya, dan saat penangkapan ada beberapa orang lainnya di dalam rumah itu," tambahnya.

Namun, hanya empat orang yang dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa, yakni D, dua orang berinisial A, dan satu orang lagi Y. "Saat ini, keempat tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Polda Bengkulu, dan untuk menguatkan bukti, mereka juga akan melakukan tes urine. Karena bungkusan plastik yang kita temukan sudah kosong, maka mereka ini akan dites urinenya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau