Ssst...Di Jepang, Gaji Perawat Lansia Terdidik Rp 18 Juta Per Bulan!

Kompas.com - 09/09/2009, 18:13 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Mengingat tingginya minat tenaga perawat lansia di Jepang, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berencana membuka program studi baru di bidang keperawatan, khususnya caregiver yang tergabung di dalam Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan.

Tingginya kebutuhan caregiver di Jepang dapat terjadi mengingat begitu tingginya angka harapan hidup di sana, yaitu hingga 89 tahun. Hal tersebut dikemukakan oleh Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata di acara penandatanganan nota kesepahaman proyek kerja sama penyediaan tenaga keperawatan dan caregiver antara UPI, Tokushima Kensyokai College of Health & Welfare, serta Asosiasi Panti Jompo Jepang, Rabu (9/9) di Bandung.

Sunaryo mengatakan, kebutuhan tenaga perawat di Jepang sebetulnya bisa lebih besar lagi, yaitu 10.000 orang. Namun, baru sebagian kecil yang terpenuhi.

Di Jepang, para trainee perawat akan mendapat gaji hingga Rp 18 juta per bulan. Standar gaji ini, menurutnya, relatif lebih tinggi dari jenis profesi lainnya untuk TKI asal Indonesia.

"Dalam dua tahun mendatang kami akan serap 1.000 orang per tahun. Khusus tahun ini, kami mengambil dari Filipina," ucap Wakil Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang Hirohiko Nakamura, yang hadir dalam penandatanganan MoU itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau