JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal mengatakan, program revitalisasi kereta api sebagai sarana transportasi massal telah mencapai 75 persen dari yang diharapkan.
Pada peresmian jalur ganda kereta api dan pengoperasian 75 kereta api baru di Stasiun Kota, Jakarta, Rabu (9/9), Menhub mengatakan, program revitalisasi dan modernisasi kereta api gelombang pertama pada kurun 2006-2009 yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah dijalankan dengan anggaran Rp 12,75 triliun.
Selama periode 2004-2009, Departemen Perhubungan telah merevitalisasi sarana dan prasarana kereta api, meningkatkan jalur utama kereta api sepanjang 1.610 km, pengaktifan dan pengoperasian kembali jalur KA Bogor-Sukabumi, pembangunan jalur ganda sepanjang 302 km termasuk jalur ganda kereta api Tanah Abang-Serpong pada tahun 2007, jalur ganda Yogyakarta-Kutoarjo pada 2008, dan pengoperasian kembali Stasiun Tanjung Priok pada April 2009.
"Jika diberi measurement apa yang dicapai baru berkisar pada angka 75 persen," ujar Jusman. Namun, secara sistematis revitalisasi kereta api sebagai angkutan massa yang dicintai masyarakat mulai menjadi kenyataan. Hal tersebut ditandai dengan tren jumlah penumpang kereta api yang meningkat tajam selama lima tahun terakhir.
Jusman menyebutkan, tahun 2004 tercatat 150 juta penumpang, tahun 2007 menjadi 168 juta, dan tahun 2008 menjadi 198 juta orang. "Sebanyak 75 persen adalah penumpang kereta api ekonomi dan 25 persen adalah penumpang kereta api eksekutif dan bisnis," jelasnya.
Penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek juga meningkat, dari 91 juta orang pada 2004 menjadi 101 juta orang pada 2008. "Dengan lahirnya kereta rel listrik ekonomi AC yang dioperasikan hingga pukul 12 malam pada tahun 2008, telah tercipta pengguna baru sebanyak 10 juta penumpang," ujar Jusman.
Sebaliknya, Menhub mengatakan, jumlah kecelakaan kereta api mengalami penurunan selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2004 terjadi 170 kecelakaan dan pada tahun 2008 147 kecelakaan. Angka itu turun drastis menjadi 77 kecelakaan hingga September 2009.
Jika menggunakan cetak biru revitalisasi dan modernisasi sarana kereta api gelombang kedua, Jusman memprediksi biaya yang dibutuhkan untuk lima tahun ke depan mencapai setidaknya Rp 20 triliun.
Sementara itu, Jusman memprediksi jumlah penumpang mudik yang menggunakan kereta api pada Lebaran 2009 meningkat sebanyak 5 persen menjadi 3,25 juta penumpang dari jumlah tahun sebelumnya 3,09 juta penumpang.
Untuk mengantisipasi penumpang mudik Lebaran, telah disiapkan 1.263 kereta api dan 167 lokomotif untuk 227 kali perjalanan kereta api, terdiri atas 212 kereta api reguler dan 15 kereta api tambahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang