JAKARTA, KOMPAS.com - Lebaran semakin mendekat, perusahaan-perusahaan penerbangan nasional semakin mengintensifkan permintaan penerbangan tambahan. Akibat makin banyaknya penerbangan, jadwal bandara pun semakin padat. Karenanya maskapai mulai mempertimbangkan penerbangan tengah malam.
Salah satu maskapai yang mempertimbangkan penerbangan malam adalah Lion Air. Lion Air adalah maskapai yang memang memiliki jadwal yang sangat padat. Sebagai akibatnya, penerbangan tengah malam tidak bisa terhindarkan lagi.
"Kami akan membuka penerbangan tengah malam, terutama pada rute-rute kota besar yang buka 24 jam," kata Direktur Umum Lion, Edward Sirait kepada PersdaNetwork di Jakarta, kemarin.
Diakui Edward, pada masa Lebaran 2009, Lion akan membuka penerbangan tambahan ke 26 rute, dalam satu rutenya Lion akan menerbangkan pesawat Boeing 737-900 ER satu kali per hari. Dengan 26 rute tersebut, Lion setiap harinya menerbangkan 5.200 kursi tambahan.
"Selama ini jadwal Lion di kota-kota besar sudah padat, sehingga kalau akan ada tambahan ya harus lewat tengah malam. Atau paling tidak kalau ada delay, biasanya penerbangan lainnya akan terpengaruh sehingga bisa terjadi penerbangan tengah malam," ujarnya.
Namun, jelasnya, Lion membatasi penerbangan lewat tengah malamnya hanya dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kota-kota tujuannya antara lain Surabaya, Makassar, Medan, Banjarmasin dan Balikpapan. Penerbangan tambahan tengah malam ke Batam sedan dipertimbangkan.
Hingga 8 September 2009 atau hari ke 19 Ramadan, tujuh maskapai akan menambah penerbangan tambahan sebanyak 627 penerbangan yang bakal menampung sebanyak 246.383 kursi tambahan. Bisa dibayangkan betapa padatnya bandara-bandara di Indonesia terutama di kota besar mengingat angka tersebut akan semakin bertambah saat mendekat Lebaran.
Berbeda dengan Lion, Mandala Airlines yang menambah total 55.000 seat pada masa Lebaran mendatang menyatakan belum berencana memberlakukan penerbangan tengah malam. "Mandala belum ada rencana melakukan penerbangan tengah malam.
Paling malam dijadwalkan pukul 22.40 untuk tujuan Jakarta ke Denpasar," kata Juru bicara Mandala, Trisia Megawati Kusuma Dewi.
Dijelaskannya, untuk rute-rute lain yang direncanakan akan ada penambahan frekuensi seperti ke Jogjakarta, Surabaya, Banjarmasin dan Balikpapan masih dalam waktu penerbangan di bawah pukul 22.40 waktu setempat. "Tetapi Mandala tetap akan memantau kebutuhan transportasi udara selama masa Lebaran nanti," tandasnya.
Sementara Sriwijaya Air yang akan menambah frekuensi pada lima rute, menyatakan tidak akan melakukan penerbangan malam. "Cukup penerbangan sore hari saja, karena jadwal penerbangan masih bisa dilakukan sebelum malam hari," kata Manager Komunikasi Sriwijaya, Ruth Hanna Simatupang.
Sriwijaya sendiri akan menambah frekuensi pada rute Jakarta-Pangkalpinang, Surabaya-Palangkaraya, Surabaya-Banjarmasin, serta Banjarmasin- Balikpapan- Makassar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang