Lebaran, Disiapkan Penerbangan Tengah Malam

Kompas.com - 10/09/2009, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebaran semakin mendekat, perusahaan-perusahaan penerbangan nasional semakin mengintensifkan permintaan penerbangan tambahan. Akibat makin banyaknya penerbangan, jadwal bandara pun semakin padat. Karenanya maskapai mulai mempertimbangkan penerbangan tengah malam.

Salah satu maskapai yang mempertimbangkan penerbangan malam adalah Lion Air. Lion Air adalah maskapai yang memang memiliki jadwal yang sangat padat. Sebagai akibatnya, penerbangan tengah malam tidak bisa terhindarkan lagi.

"Kami akan membuka penerbangan tengah malam, terutama pada rute-rute kota besar yang buka 24 jam," kata Direktur Umum Lion, Edward Sirait kepada PersdaNetwork di Jakarta, kemarin.

Diakui Edward, pada masa Lebaran 2009, Lion akan membuka penerbangan tambahan ke 26 rute, dalam satu rutenya Lion akan menerbangkan pesawat Boeing 737-900 ER satu kali per hari. Dengan 26 rute tersebut, Lion setiap harinya menerbangkan 5.200 kursi tambahan.

"Selama ini jadwal Lion di kota-kota besar sudah padat, sehingga kalau akan ada tambahan ya harus lewat tengah malam. Atau paling tidak kalau ada delay, biasanya penerbangan lainnya akan terpengaruh sehingga bisa terjadi penerbangan tengah malam," ujarnya.

Namun, jelasnya, Lion membatasi penerbangan lewat tengah malamnya hanya dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Kota-kota tujuannya antara lain Surabaya, Makassar, Medan, Banjarmasin dan Balikpapan. Penerbangan tambahan tengah malam ke Batam sedan dipertimbangkan.

Hingga 8 September 2009 atau hari ke 19 Ramadan, tujuh maskapai akan menambah penerbangan tambahan sebanyak 627 penerbangan yang bakal menampung sebanyak 246.383 kursi tambahan. Bisa dibayangkan betapa padatnya bandara-bandara di Indonesia terutama di kota besar mengingat angka tersebut akan semakin bertambah saat mendekat Lebaran.

Berbeda dengan Lion, Mandala Airlines yang menambah total 55.000 seat pada masa Lebaran mendatang menyatakan belum berencana memberlakukan penerbangan tengah malam. "Mandala belum ada rencana melakukan penerbangan tengah malam.
Paling malam dijadwalkan pukul 22.40 untuk tujuan Jakarta ke Denpasar," kata Juru bicara Mandala, Trisia Megawati Kusuma Dewi.

Dijelaskannya, untuk rute-rute lain yang direncanakan akan ada penambahan frekuensi seperti ke Jogjakarta, Surabaya, Banjarmasin dan Balikpapan masih dalam waktu penerbangan di bawah pukul 22.40 waktu setempat. "Tetapi Mandala tetap akan memantau kebutuhan transportasi udara selama masa Lebaran nanti," tandasnya.

Sementara Sriwijaya Air yang akan menambah frekuensi pada lima rute, menyatakan tidak akan melakukan penerbangan malam. "Cukup penerbangan sore hari saja, karena jadwal penerbangan masih bisa dilakukan sebelum malam hari," kata Manager Komunikasi Sriwijaya, Ruth Hanna Simatupang.

Sriwijaya sendiri akan menambah frekuensi pada rute Jakarta-Pangkalpinang, Surabaya-Palangkaraya, Surabaya-Banjarmasin, serta Banjarmasin- Balikpapan- Makassar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau