Wanita Mengandalkan Ponsel untuk PDKT

Kompas.com - 10/09/2009, 13:28 WIB

KOMPAS.com - Di era komunikasi terbuka seperti sekarang ini, sudah bukan hal baru untuk berkomunikasi lewat ragam media. Sebut saja e-mail, chatting, chat dengan webcam, situs jejaring sosial, juga yang paling lawas, ponsel. Perkembangan ini ternyata tak hanya menguntungkan untuk segi bisnis, tapi juga diadopsi oleh para wanita sebagai media pengenalan atau bahasa awamnya, PDKT (pendekatan).

Hasil survei independen yang dilakukan oleh Axe Research Lab yang dilakukan pada bulan Agustus 2009 lalu kepada 342 responden wanita berusia 16 – 29 tahun menguatkan hal ini. Sebanyak 89% wanita berpendapat bahwa handphone adalah salah satu faktor penting dalam menjalin suatu hubungan. Sebanyak 67% wanita setuju bahwa suatu hubungan dapat diawali dengan aktivitas SMS-an yang tentunya menggunakan ponsel.

Sementara sebanyak 79% wanita merasa lebih puas dan leluasa flirting (saling menggoda) lewat telepon ketimbang lewat internet. Malah sebanyak 56% wanita menyatakan bahwa mereka setuju bila seorang pria menelepon terlebih dulu merupakan tanda dimulainya sebuah hubungan.

Alasan wanita lebih senang untuk memulai sebuah hubungan lewat telepon, antara lain adalah karena flirting (saling menggoda) lewat telepon bisa lebih seru, jawaban ini disetujui oleh 64% wanita. Alasan lainnya adalah karena wanita bisa mengetahui apakah ada kecocokan dengan seorang pria lewat cara bicaranya, dan hal ini mendapatkan jumlah 81%. Setelah bertelepon? Ternyata 61% wanita memutuskan berani berkencan jika ia dan pria tersebut sudah berada di tahap saling bertelepon. Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga merasa telepon amat membantu untuk mencari belahan jiwa Anda?

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau