Inilah Kondisi Jalur Mudik Lintas Jawa

Kompas.com - 10/09/2009, 15:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi Anda yang akan mudik dengan mengendarai kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor, tentunya penting untuk mengetahui informasi kondisi sejumlah ruas jalan yang akan dilalui di jalur pantura maupun lintas Sumatera. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum, Kamis (10/9), merilis kondisi sejumlah ruas jalan yang akan dilalui pemudik di lintas Jawa dan Sumatera.

Direktur Jenderal Bina Marga Hermanto Dardak mengatakan, sejumlah ruas jalan dan jembatan dalam perbaikan dan pembangunan. Akan tetapi, ditargetkan pada H-10 sampai H-7, seluruh jalur sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal. Secara keseluruhan, ungkapnya, itu sudah terdiri dari 4 lajur jalan dan terdapat median (pembatas) jalan sehingga relatif lebih aman.

Berikut gambaran beberapa kondisi jalan yang akan dilintasi pada mudik Lebaran 2009 di lintas Jawa :

* Jalan tol dari Jakarta menuju Cikunir dalam kondisi baik.

* Jembatan layang di Jl Cut Meutia, Bekasi, tengah dilakukan pelebaran jalan menjadi 4 lajur.

*Jalur Balaraja-Tangerang-Jakarta terdapat jembatan Cibodas yang ditargetkan sudah fungsional H-7.

* Karawang menuju Cikampek sepanjang 11,47 km jalan lingkar dibuat menjadi 4 lajur.

* Jalan layang underpass dan jalan bypass di Karawang, Jawa Barat, sudah bisa digunakan.

* Jakarta-Cirebon dan sebaliknya sudah dipisahkan oleh median jalan permanen.

* Beroperasinya jalan Tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 km untuk melayani jalur Cirebon-Brebes dan sebaliknya.

* Pelebaran ruas jalan sepanjang 12 km di Kecamatan Karang Pucung sampai Majenang, Cilacap.

* Jakarta-Demak-Kudus sudah terdapat 4 lajur jalan raya dan dibatasi median jalan.

* Jalan sepanjang 30 km di Semarang-Demak-Kudus kini sudah menjadi 4 lajur.

* Disiapkan 10 jalur alternatif di Kota Semarang.

* Pelebaran jalan di lintas pantai selatan Jawa yang mencakup Banyuwangi, Pacitan, Pangandaran, Cidawu, Sukabumi, Cibaliung hingga Ujung Kulon, Banten. Demikian pula di lintas tengah Jawa yang mencakup: Salatiga, Wonosobo, Temanggung, Purwokerto serta di lintas utara Jawa yang mencakup Semarang, Losari, dan Cirebon. Adapun untuk lintas selatan Jawa mencakup Pacitan, DI Yogyakarta, Wangon, Bandung, dan Nagreg.

* Pemeliharaan dan penyelesaian jembatan di seluruh Indonesia di antaranya perbaikan empat jembatan di jalur Brebes sampai Pekalongan, Jawa Tengah, di antaranya jembatan Kelawangan, Surodadi, dan Babadan. Di Jawa Timur, enam jembatan juga dalam proses pemeliharaan, antara lain Bayeman (Pasuruan-Probolinggo), Buduk (Bojonegoro-Padangan), dan Tembelang (Babat-Jombang).

* Kendaraan yang melintasi kawasan luapan lumpur Lapindo yang melalui Siring, bisa melewati dua jalur alternatif. Pertama, melalui Krian-Wonokromo-Porong dengan jalur yang agak melingkar. Kedua, jalur alternatif yang lebih pendek melalui Sidoarjo, Jawa Timur.

* Untuk jalur lintas selatan Jawa, jalur ini relatif dalam kondisi baik untuk dilalui.

Hermanto menambahkan, pada arus mudik tahun ini terdapat 10.000 km jalur utama mudik dan 4.000 km jalur alternatif yang sebagian merupakan jalan nasional, serta sebagian lagi jalan provinsi dan kabupaten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau