SEMARANG, KOMPAS.com - Loncatan harga gula pasir dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilogram dalam seminggu terakhir September 2009, diperkirakan akan memicu peningkatan inflasi di Kota Semarang. Inflasi September diperkirakan berkisar antara 0.45 0.60 persen. "Perkiraan itu hasil kajian dari tim peneliti di Bank Indonesia Semarang. Angka inflasi itu tentunya jauh lebih tinggi dibanding inflasi Agustus hanya 0,36 persen," kata Wakil Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga (TPPH) Jawa Tengah, Mahdi Mahmudy, Kamis (10/9) di Semarang.
TPPH sebenarnya juga merekomendasikan agar dilakukan pemantauan dan kajian terhadap perilaku mekanisme distribusi gula pasir di lapangan. Pasalnya, harga gula yang melonjak tajam itu boleh jadi tidak sepenuhnya akibat lonjakan harga gula di tingkat dunia.
Kajian terhadap mekanisme distribusi gula, mulai dari pabrik gula ke pengecer perlu dilakukan. Gula nampaknya cukup terbukti ketika diputuskan dilakukan pasar murah, guna membantu penyediaan gula pasir bagi masyarakat kalangan bawah ternyata bisa terkumpul dalam sekejap sekitar 310.000 ton. Jumlah gula yang cukup besar itu hasil penyatuan stok gula di pabrik, distributor, PT Perkebunan Nusantara IX Jateng dan asosiasi pedagang gula.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang