Ical Didukung 24 DPD, Surya 11 DPD, Tommy?

Kompas.com - 10/09/2009, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar, masing-masing calon ketua umum melirik suara dewan pengurus daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Maklum, suara DPD tingkat I dan tingkat II tersebut cukup besar, yaitu 33 suara dan 45 suara. Sementara itu, dewan pengurus pusat hanya memiliki satu suara, dan jajaran pendiri dan ormas sebanyak sepuluh suara.

Calon ketua umum Surya Paloh mengaku telah mendapatkan dukungan setidaknya dari 11 DPD, dan Aburizal "Ical" Bakrie mengaku telah mendapatkan dukungan dari 24 DPD. Lantas, bagaimana dengan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, calon ketua umum terakhir? Tommy, pada acara silaturahim bersama DPD I dan II, Kamis (10/9) di Gedung Granadi, Jakarta, mengatakan belum dapat mengetahui angka pasti. Namun, Tommy berjanji tidak akan "membeli" suara DPD I dan II.

"Saya mendorong pimpinan DPD tingkat I dan II untuk mengedepankan hati nurani, idealisme, dan moral mereka untuk memilih pemimpin yang dapat memajukan bangsa dan negara, dan juga Partai Golkar," ujar Tommy.

Di hadapan puluhan kader DPD I dan II, Tommy meminta maaf karena tidak sempat mengunjungi mereka satu per satu di daerahnya masing-masing karena keterbatasan waktu. Namun, jika terpilih menjadi ketua umum, Tommy berjanji akan berkeliling Indonesia dan menyambung tali silaturahim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau