PEKALONGAN, KOMPAS.com — Memasuki hari kesepuluh menjelang Lebaran, kendaraan-kendaraan berat mulai memadati jalur pantura Kota Pekalongan dan Tegal, Kamis (10/9). Diperkirakan, para pengusaha memaksimalkan volume pengiriman barang, sebelum batas waktu larangan melewati jalur tersebut. Selain itu, saat ini arus pemudik dengan menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan pribadi juga sudah mulai terlihat.
Kendaraan berat seperti truk terlihat beriringan melewati jalur-jalur padat, seperti di Jalan KH Mansyur, Jenderal Sudirman, dan Jalan Sutomo, Kota Pekalongan. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika, Pariwisata, dan Budaya Kota Pekalongan Muanas Budi Setyono mengatakan, peningkatan jumlah kendaraan berat yang melewati jalur pantura Pekalongan diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.
Menurut dia, memasuki hari ketiga sebelum Lebaran, kendaraan berat dilarang melewati jalur pantura, kecuali kendaraan pengangkut sembako. Diperkirakan, saat ini para pengusaha mulai memaksimalkan pengiriman barang sehingga arus kendaraan berat meningkat.
"Pekan ini masih akan penuh, pekan depan diperkirakan sudah mulai jarang, dan H-3 (tiga hari sebelum Lebaran) sudah tidak ada kendaraan berat," ujarnya.
Kepala Bagian Operasional Polresta Tegal Ajun Komisaris Warsidin mengatakan, arus kendaraan berat, terutama pengangkut sembako, juga mulai terlihat meningkat di wilayah pantura Kota Tegal. Untuk menjaga keamanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, pihaknya akan mulai melaksanakan Operasi Ketupat pada Minggu (13/9).
Untuk wilayah Kota Tegal, terdapat lima pos pengamanan utama dan 14 subpos pengamanan. Pengalihan arus akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi kepadatan lalu lintas.
Selain kendaraan berat, saat ini arus pemudik dengan menggunakan sepeda motor juga mulai terlihat. Mereka membawa barang-barang yang diikatkan di bagian depan atau bagian belakang kendaraan. Sebagian berkendara seorang diri, sebagian lainnya memboncengkan keluarganya atau teman.
Menurut Muanas, pemudik sepeda motor juga mulai terlihat berkelompok. Dibandingkan hari-hari biasa, peningkatan arus sepeda motor di Pekalongan mencapai sekitar dua hingga lima persen.
Meskipun secara resmi belum berlangsung operasi pengamanan Lebaran, pihaknya tetap memberikan prioritas dan pelayanan kepada para pemudik. "Kami siapkan petunjuk arah. Kalau mereka kesulitan, petugas langsung mendekati," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang