Indonesia-Malaysia Miliki Budaya yang Sama

Kompas.com - 11/09/2009, 02:25 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com--Indonesia dan Malaysia sebenarnya memiliki akar budaya yang sama, terbukti tanah semenanjung dulunya bersatu dan kerajaan Johor Riau pernah berpusat di Bintan, Kepulauan Riau.

"Dari akar budaya ini lah lahirlah  bahasa Melayu yang kemudian di Indonesia menjadi bahasa nasional," kata Budayawan Riau, Tenas Effendi di Pekanbaru, Kamis.

Menyinggung soal klaim mengklaim kebudayaan, Tenas menyatakan, itu bukan urusan masyarakat, tetapi biar diselesaikan pemerintah kedua negara. "Yang perlu dijaga adalah bagaimana membenahi budaya kita sendiri dengan aktif mempatenkannya."

Menurut Tenas, soal klaim mengklaim ini tidak hanya sebatas kebudayaan dan seni. Saat ini, berbagai macam obat tradisional Indonesia juga telah diklaim oleh Jepang. Jika tidak dijaga, berangsur-angsur keanekaragaman tanaman ini juga diklaim negara lain.

Sejarah mencatat tanah Semanjung yang menyatukan Indonesia-Malaysia, baru dipisah pada tahun 1824 seiring keluarnya Traktrat (Perjanjian) London. Traktrat itu membagi tanah semenanjung menjadi dua bagian.

"Tanah Semenanjung Atas dijajah oleh Inggris. Sedangkan Semenanjung Bawah dijajah Belanda. Pada perkembangan selanjutnya Semenanjung Atas ini lah menjadi Malaysia dan Semenanjung Bawah merupakan Indonesia. Sejak itu pula, secara administrasi pemerintahan kita berpisah. Tapi budaya tetap satu," katanya.

Karena itu, kata Tenas, jangan heran jika berkunjung ke Johor dan Kuala Lumpur, persamaan budaya itu sangat kentara.

Tenas meminta semua pihak memahami budaya secara arti keturunan bukan dalam arti politik. Apalagi budaya Melayu mengajarkan untuk selalu berlapang dada, arif, bersifat baik dan selalu menjaga tali persaudaraan.

"Bahkan kini banyak menteri dan pejabat Malaysia berminat untuk menggali garis keturunan mereka di Indonesia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau