Tarif Listrik Diusulkan Naik 20-30 Persen

Kompas.com - 11/09/2009, 06:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com PT Perusahaan Listrik Negara menyiapkan sejumlah skenario kenaikan tarif dasar listrik. Kenaikan tarif dasar listrik tahun depan diperkirakan 20-30 persen.

Menurut Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar di Jakarta, Kamis (10/9), usulan kenaikan tarif dasar listrik itu akan segera diajukan ke pemerintah.

Sebelumnya, Panitia Kerja Belanja Panitia Anggaran DPR memangkas subsidi listrik, yaitu dari Rp 52 triliun yang diajukan pemerintah menjadi Rp 35 triliun.

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono menyatakan, Panitia Anggaran DPR mengusulkan agar kekurangan subsidi ditutup dengan menaikkan tarif secara bertahap pada tahun depan.

Menurut Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk Wilayah Jawa Bali Murtaqi Syamsudin, PLN masih membahas skenario kenaikan tarif yang akan diajukan ke pemerintah, termasuk kemampuan masyarakat dan industri.

”Besar kenaikan tarif dasar listrik berkisar 20-30 persen, bisa lebih rendah atau lebih tinggi,” kata Fahmi. Kenaikan tarif dasar listrik itu dipengaruhi biaya operasional PLN dan kemampuan pemerintah dalam memberi besaran subsidi listrik.

Salah satu skenario yang dibuat adalah kenaikan tarif ditetapkan menurut golongan pelanggan. Dari hasil survei yang dilakukan PLN, komponen biaya listrik kurang dari 10 persen dari total kebutuhan hidup masyarakat selama sebulan.

”Hasil penghitungan kami, kenaikan tarif 20-30 persen tidak memberatkan rumah tangga,” ujar Fahmi.

Dicontohkan, pelanggan dengan daya listrik kecil, 450 volt ampere, hanya membayar tagihan listrik Rp 31.000 sebulan. Jika tarif listrik naik 20 persen, itu berarti biaya listrik bertambah sekitar Rp 6.000 per bulan.

Untuk pelanggan golongan bisnis, beban biaya listrik pada pabrik baja atau semen 17 persen dari seluruh biaya produksi. Bila tarif naik 20 persen, itu berarti biaya produksi naik sekitar 3,4 persen. ”Dengan kenaikan tarif listrik, industri nasional masih punya daya saing dibanding negara lain,” ujarnya. (DOT/EVY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau