JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengamanan menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya tindak kriminal. Dua posko pengamanan didirikan, yakni di terminal 113, persisnya di areal parkir umum terminal kedatangan, serta di terminal 2F. Di setiap posko bersiaga 10 polisi serta 10 anggota Angkasa Pura Security.
"Pengamanan juga dilakukan dengan memberdayakan CCTV untuk memonitor situasi, khususnya di titik-titik rawan. Adapun titik rawan itu di antaranya seluruh lobi, pintu pemeriksaan, serta areal parkir umum. Kami juga menurunkan 20 polisi bersenjata lengkap yang setiap saat berpatroli dengan jalan kaki di titik-titik rawan itu," kata Kepala Dinas Pengamanan Bandara Soekarno Hatta, Roch Agus, kemarin.
Terkait kasus kejahatan dengan hipnotis atau pembiusan Agus mengakui pihaknya kesulitan menangani kasus-kasus seperti itu. Pasalnya, korban pembiusan atau hipnotis baru lapor beberapa jam kemudian setelah sadar, sehingga keberadaan pelaku sulit dilacak. "Namun, kami akan memperkecil ruang gerak para pelaku dengan memperketat pengamanan. Untuk para penumpang dan calon penumpang pesawat, kami harap lebih waspada," tuturnya.
Pihak bandara juga sudah melakukan operasi penertiban. Calo, porter liar, serta pedagang asongan gelap yang berkeliaran di kawasan Bandara ditertibkan. "Jika mereka masih kelihatan, akan kami tangkap," tegas Agus.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polrestro Khusus Bandara Soekarno-Hatta Kompol Sugimin mengatakan, pihaknya telah mendirikan 6 pos pengamanan dan 1 pos komando dengan menurunkan 700 personel gabungan. Selain itu, disiagakan pula 294 personel yang bertugas rutin memonitor lokasi. "Jumlah personel ini dua kali lipat dibanding hari biasa," tuturnya.
Keenam pos pengamanan itu terletak di terminal 1 B dekat areal parkir umum, terminal kedatangan 2F (samping polpos), lobi terminal 3, Pintu M1, Pintu Gapura, serta di pertigaan Samsung. Sedangkan pos komando berada di Mapolrestro lhusus Bandara.