Ruki: Polri-KPK, Seharusnya Jangan "Teriak-teriak"

Kompas.com - 11/09/2009, 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki angkat bicara soal pemanggilan pimpinan KPK oleh Mabes Polri, hari ini. Ruki menilai, kedua pihak memiliki wewenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus yang ditangani masing-masing. Hanya saja, menurut dia, hubungan komunikasi yang dijalin kedua institusi penegak hukum itu tidak dilakukan secara baik.

"Kepolisian mendapatkan informasi dari mana pun, harus dijadikan laporan polisi yang kemudian diklarifikasi. Komunikasikan dengan baik ke KPK dan meminta penjelasan. Tidak perlu memakai political megaphone, teriak-teriak," kata Ruki, sesuai mengikuti fit and proper test calon anggota BPK, di Komisi XI DPR, Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/9). 

Seperti diketahui, empat pimpinan KPK diperiksa Mabes Polri terkait testimoni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar atas dugaan menerima suap. Sebaliknya, KPK juga menyimpan rekaman pembicaraan telepon Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji, terkait kasus Bank Century yang ditelisik KPK.

"Begitu juga KPK. Kalau seandainya dalam penyelidikan ditemukan ada indikasi pejabat Polri yang menikmati uang Bank Century, lakukan penyidikan. Resiprokal saja," kata Ruki yang sekarang menjadi Komisaris PT Krakatau Steel ini.

Ia mengatakan, pejabat Polri dan KPK yang merupakan aparat penegak hukum tidak berarti kebal hukum. Tindakan yang dilakukan masing-masing institusi tidak seharusnya dimaknai sebagai bentuk rivalitas dan aksi balas dendam.

"Hanya, komunikasi dilakukan secara tidak langsung. Kalau saya dulu berkomunikasi terbuka dengan Kapolri dan Jaksa Agung. Kalau ada yang diduga terlibat korupsi, tangkap saja, jangan bilang-bilang," ujar Ruki.

Komunikasi, menurut dia, bisa dilakukan tanpa harus mengganggu fungsi utama masing-masing lembaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau