Bilardo: Hanya Tuhan yang Bisa Gantikan Maradona

Kompas.com - 12/09/2009, 10:08 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Tekanan besar terhadap Diego Maradona tak menyurutkan dukungan terhadap pelatih Argentina itu. Manajer timnas Carlos Bilardo menegaskan, tak seorang pun yang bisa menggantikan Maradona selain Tuhan.

Bagi warga Argentina, Maradona merupakan tokoh yang didewakan. Selama menjadi pemain, ia selalu dielu-elukan. "Si Tangan Tuhan" itu membuktikannya ketika mengantar tim "Tango" juara dunia 1986, saat Bilardo menjadi pelatih timnas.

Sayangnya, prestasi indah itu tak diimbangi Maradona dalam kapasitasnya sebagai pelatih timnas, menggantikan Alfio Basile menjelang akhir 2008. Maradona hanya memberikan dua kemenangan untuk "Albicelestes", tapi kalah empat kali di kualifikasi Piala Dunia 2010. Akibatnya, Argentina terancam gagal pentas di Afrika Selatan karena hanya menempati urutan kelima zona CONMEBOL.

Tuntutan untuk mundur mulai menekan pelatih 48 tahun tersebut. Namun, Bilardo yang membantu Maradona mengurus timnas tidak sepakat dengan hal itu. "Jika Yesus datang kembali atau Perawan Maria, saya akan menerimanya. Lainnya tidak," bela Bilardo.

"Diego layak menjadi pelatih. Namun, saat ini, dia perlu menunjukkan bahwa dialah orang yang tepat," lanjutnya.

Bulan depan Argentina harus menghadapi dua musuh berat, Peru dan Uruguay, untuk mengejar posisi keempat zona Amerika Latin. Jika gagal, mereka harus mengais tiket play-off melawan tim urutan keempat zona CONCACAF atau bahkan gagal lolos kualifikasi seperti terjadi di Piala Dunia 1970. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau