BANJARMASIN, KOMPAS.com — Wali Kota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni memperbolehkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), diperbolehkan menerima bingkisan Lebaran atau parsel menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430 H.
"Boleh saja pejabat baik kepala dinas maupun pejabat lain menerima parsel asalkan isi dan nilainya tidak berlebihan atau di atas satu juta," ujarnya di Banjarmasin, Sabtu (11/9).
Menurut dia, pemberian parsel kepada pejabat baik dari rekan sejawat maupun kolega tidak bisa langsung divonis sebagai gratifikasi, kecuali jika bingkisan yang diberikan dalam jumlah banyak dan nilainya berlebihan. Apalagi pemberian parsel yang biasanya berisi makanan dan minuman ataupun barang pecah belah tersebut hanya sebagai ucapan selamat dan tidak ada motif lain.
Terkait pejabat yang memegang mobil dinas untuk mudik atau pulang kampung halaman saat berlebaran, orang nomor satu di jajaran Pemkot Banjarmasin mengimbau untuk tidak menggunakan mobil dinas. "Kalau memang ada pejabat yang mudik memakai mobil dinas maka itu akan masuk penilaian saya secara pribadi dan kariernya juga akan dipertimbangkan," katanya.
Dikatakan, kebijakan yang mengimbau pejabat untuk tidak memakai mobil dinas untuk mudik Lebaran karena sebagai aset daerah, mobil dinas yang digunakan untuk keperluan pribadi itu tidak layak kecuali ada keperluan pekerjaan.
"Rasanya tidak wajar kalau pejabat memakai mobil dinas untuk pulang kampung terlebih kebanyakan dari mereka sudah memiliki mobil pribadi," ungkapnya. Oleh sebab itu, akan lebih terhormat jika pejabat tersebut pulang dengan mobil pribadi karena tidak menggunakan fasilitas daerah untuk keperluan pribadi.
Sejumlah pejabat Pemkot Banjarmasin memang ada warga perantauan yang berasal dari Provinsi Kalsel sendiri yang kebanyakan berasal dari kawasan hulu sungai atau lebih dikenal wilayah Banua Anam mulai dari Kota Rantau, Kandangan, Barabai, Amuntai, Balangan hingga Tanjung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang