Obama Kirim Istri Dukung Olimpiade 2016 di Chicago

Kompas.com - 12/09/2009, 17:10 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com —Presiden Barack Obama akan mengutus istrinya, Michelle, ke Kopenhagen, Denmark, bulan depan untuk mendesak para anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar memilih Chicago sebagai tuan rumah Olimpiade 2016.

Menurut Gedung Putih, Obama telah menghubungi Presiden IOC Jacques Rogge, Jumat (11/9), dan mengatakan bahwa pada awal Oktober nanti ia harus tetap berada di AS untuk mendorong kampanye reformasi kesehatan.

Namun, Obama, yang antusias mendukung kota asalnya itu untuk menjadi tuan rumah Olimpiade, berjanji akan tetap mendukung pencalonan ini bersama istrinya dan penasihat seniornya, Valerie Jarrett.

Michelle Obama dan Jarrett akan bergabung bersama delegasi AS pada pertemuan IOC di Kopenhagen pada 2 Oktober. Pada pertemuan itu tuan rumah Olimpiade 2016 akan dipilih dari empat kota kandidat—Chicago, Madrid, Rio de Janeiro, dan Tokyo.

"Dengan rasa bangga saya akan pergi ke Kopenhagen untuk mendukung Amerika Serikat menjadi tuan rumah Olimpiade 2016," kata Michelle Obama dalam suatu pernyataan seperti dikutip Reuters.

"Tanpa ragu saya yakin Chicago akan menawarkan kepada dunia hal yang fantastis dalam olimpiade yang historis ini, dan saya berharap api olimpiade akan bersinar terang di kampung halaman saya," katanya.

Michelle lahir dan besar di South Side Chicago, tidak jauh dari lokasi yang bakal menjadi venues olimpiade.

Gedung Putih mengatakan, Chicago bertekad mendorong keterlibatan anak-anak di olimpiade melalui distribusi lebih dari 500.000 tiket untuk anak-anak setempat. Komitmen kepada pelestarian lingkungan hidup juga menambah keyakinan Michelle Obama bahwa Chicago adalah kota yang ideal untuk Olimpiade 2016.

Presiden Obama telah mengirim rekaman pesan kepada anggota-anggota IOC dan akan menggelar resepsi bagi para delegasi olimpaide dan paralimpik di Gedung Putih pekan depan.

Persaingan calon tuan rumah Olimpiade 2016 merupakan yang paling ketat, dan Komite Olimpiade AS (USOC) menyatakan keyakinan bahwa dukungan Presiden bisa menambah dukungan suara kepada Chicago.

USOC menyampaikan terima kasih kepada keluarga Obama untuk dukungan mereka. "Pengiriman First Lady ke Kopenhagen merupakan bentuk dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata USOC.

Meskipun para kepala negara tidak mempunyai hak suara di IOC dalam pencalonan tuan rumah olimpiade, kehadiran mereka dipandang bisa memengaruhi para anggota IOC dalam menentukan pilihannya.

Saat penetapan tuan rumah Olimpiade 2012, PM Inggris Tony Blair diyakini menjadi faktor mendukung terpilihnya London, sedangkan kehadiran pemimpin Rusia Vladimir Putin tampak merupakan kunci terpilihnya kota Sochi sebagai tuam rumah Olimpiade Musim Dingin 2014.

Michelle Obama telah menjadi daya tarik warga di Amerika Serikat dan seluruh dunia sehingga kehadirannya nanti kemungkinan bisa mendorong kesuksesan Chicago 2016.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau