Maradona Diisukan akan Dipecat

Kompas.com - 12/09/2009, 20:16 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih Timnas Argentina, Diego Maradona, diisukan akan segera dipecat. Apalagi, diperkirakan konflik internal mulai terjadi di tubuh timnas.

Argentina memang benar-benar tenggelam setelah kalah 1-3 dari Brasil dan kalah 0-1 dari Paraguay. Mereka kini berada di urutan ke-5 klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2010 dan terancam gagal ke putaran final untuk pertama kalinya sejak 1970.

"Maradona dan skuadnya mulai ada jarak dan kecenderungannya makin lebar," demikian tulis surat kabar Buenos Aires, Clarin.

"Mereka yang hidup hari demi hari bersama timnas bahwa pekan depan akan ada penentuan nasib Maradona. Keputusan penting akan segera dibuat. Diego Maradona bisa dipecat dari jabatannya sebagai pelatih," tambah surat kabar itu.

Sampai sekarang belum ada kepastian apakah Maradona masih akan menjadi pelatih Argentina saat menghadapi dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia, lawan Peru dan Uruguay, bulan depan. Yang pasti, jikapun dia tetap menjadi pelatih, akan didampingi pelatih senior yang penuh pengalaman.

Maradona kemungkinan tak boleh memilih sendiri pemain-pemainnya. Pemilihan itu akan dilakukan oleh presiden federasi sepak bola Argentina (AFA), Julio Grondona.

Maradona telah menyatakan akan mengeluarkan beberapa pemain yang merumput di Eropa. Dia ingin memberi kesempatan kepada para pemain yang merumput di Argentina. Menurutnya, mereka lebih lapar kemenangan.

Menurutnya, beberapa pemain kurang haus kemenangan. Sementara itu, pemain lain merasa kurang bisa memahami kemauan Maradona. Pekan depan, masa depannya akan ditentukan. (CLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau