Meningkat, Jumlah Pemuda Inggris Berjihad ke Somalia

Kompas.com - 13/09/2009, 08:23 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Kepala Intelijen Inggris memperingatkan pemerintah pimpinan Perdana Menteri Gordon Brown bahwa Somalia merupakan tantangan masa depan Inggris. Benih-benih terorisme bisa muncul dari Somalia.

Para pejabat itu memperingatkan, jumlah anak-anak muda Briston yang pergi ke Somalia meningkat signifikan. Mereka pergi ke wilayah perang di Somalia untuk berjuang di negara Tanduk Afrika atau di bagian lain di kamp-kamp pelatihan militer. Demikian laporan surat kabar Independent Sunday mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya.
    
Mereka terutama mengkhawatirkan jumlah orang yang bepergian ke Somalia itu tidak memiliki ikatan keluarga di Somalia. Jumlah mereka yang bepergian ke sana setiap tahun lebih dari empat kali lipat hingga mencapai 100 orang sejak 2004, kata surat kabar itu.
    
"Saya melihat jumlah anak-anak muda Briston yang pergi ke Somalia kian mengkhawatirkan," kata anggota parlemen dari Partai Konservatif yang beroposisi, Patrick Mercer, Ketua Subkomite Pemberantasan Terorisme.
    
"Mereka yang sedang menuju ke Somalia itu bercampur dengan orang-orang Inggris, dari beragam latar belakang dan menimbulkan keprihatinan mendalam," katanya.
    
Ash-Shebab, suatu gerakan yang terinspirasi Al-Qaeda, telah tiga bulan melancarkan serangan-serangan dalam usaha menumbangkan Presiden Somalia Sharif Sheikh Ahmed dan telah memberlakukan hukum syariah di wilayah-wilayah yang telah mereka kuasai.
    
Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya bahwa Ash-Shebab akan mengubah Somalia menjadi wilayah kaum garis keras serupa dengan wilayah antara Afghanistan dan Pakistan, yang menjadi prioritas utama bagi pemerintahan Presiden AS Barack Obama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau