WASHINGTON, KOMPAS.com — Puluhan ribu orang dari kelompok konservatif berpawai dari Gedung Putih menuju Capitol Hill di Washington, Sabtu (12/9), untuk memprotes rencana reformasi kesehatan yang diajukan Presiden AS Barack Obama.
Aksi demo terjadi bertepatan saat Obama mencari dukungan untuk mereformasi kesehatan dalam sebuah pawai di kota Minneapolis, Minnesota. Berpidato di depan sekitar 15.000 orang, Obama menegaskan akan terus melanjutkan perubahan yang menjadi agenda utama di dalam negeri.
"Saya tidak akan menerima status quo. Tidak untuk saat ini. Tidak sekarang," kata Obama di Minnesota, negara bagian yang sebagian besar penduduknya simpatisan Partai Demokrat.
Namun, di Washington, para demonstran menyerang pemerintahan Obama yang dinilai di luar kendali dalam belanja anggaran untuk kesehatan, paket stimulus, serta bailout untuk bank dan industri otomotif.
Pada 2007, AS membelanjakan 2,26 triliun dollar AS untuk sektor kesehatan. Jumlah itu setara dengan biaya 7.439 dollar AS per kapita atau Rp 74,4 juta per orang.
Para demonstran bersikukuh, menghabiskan uang pembayar pajak untuk asuransi kesehatan yang dikelola pemerintah akan meningkatkan inflasi dan memicu krisis ekonomi baru.
Aksi menentang reformasi kesehatan itu disponsori kelompok konservatif Freedomworks, sebuah gerakan yang menuntut pajak rendah dan pemerintahan lebih kecil.
Dalam proposal kesehatan, Obama memperkirakan sekitar 46 juta warga Amerika tidak mempunyai asuransi kesehatan dan 25 juta orang lagi tidak mampu membayar asuransi kesehatan.
Dalam proposal yang kini dibahas di Kongres, pemerintah akan membantu agar lebih banyak warga memiliki asuransi kesehatan. Namun, juga mereformasi sistem kesehatan sehingga tidak terjadi pembengkakan biaya. Biaya untuk asuransi kesehatan sekitar 97 persen warga AS membutuhkan dana sekitar 600 miliar dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang