JAKARTA, KOMPAS.com - Grand Master (GM) Susanto Megaranto keluar sebagai juara di Kejuaraan Catur Cepat So Good Ramadhan Cup 2009 yang berakhir Minggu (13/9) di Gedung Pyramid Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Susanto memastikan gelar juara setelah di babak terakhir mengalahkan MI Denny Sonjaya, sekaligus melengkapi perolehan angkanya menjadi 8,5 jauh meninggalkan para peserta lainnya, dari sembilan babak yang dilombakan. Satu-satunya hasil remis yang diraih Susanto yakni ketika ia menghadapi MI Ivan Situru.
Sementara untuk posisi kedua turnamen ini ditempati FM Kasmiran dengan 7,5 vp. Kasmiran sukses menundukan Farid Firmansyah pada babak terakhir. Peringkat tiga ditempati Irwanto Sadikin yang juga mengemas 7,5 vp yang pada babak terakhir bermain remis dengan MN Surya Wahyudi. Baik Kasmiran dan Irwanto sama-sama mengemas 7,5 vp, namun Kasmiran unggul dalam raihan nilai solkof.
Gelar juara ini merupakan awal yang bagus bagi Susanto sebelum dirinya bersama GM Irene Kharisma Sukandar berlaga di Kejuaraan Catur China Terbuka 17 hingga 26 September mendatang. Kejuaraan Catur Cepat ini memang dijadikan keduanya sebagai pemanasan sebelum bermain di China.
Mengomentari persiapannya ke China, Susanto mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan sangat serius. Sementara itu GMW, Irene Kharisma Sukandar meskipun tampil kurang maksimal di turnamen ini, namun dia menjadi yang terbaik di kelompok wanita.
Grand Master Wanita pertama Indonesia ini hanya mampu memperoleh 5 vp dari sembilan babak yang dipertandingkan. Peringkat kedua kelompok wanita ditempati pecatur Virda Rizka Aulia, disusul saudaranya sendiri WFM Medina Warda Aulia di peringkat tiga.
Gelar juara yang diraih Susanto di ajang ini sepertinya sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, hanya ada tiga pecatur bergelar grand master yang bermain di ajang ini. Ketiga pecatur tersebut selain Susanto adalah GM Irene dan GM Cerdas Barus.
Namun bagi Irene, dirinya tak sungkan bersaing dengan para pesaing yang levelnya berada di bawahnya. "Tampil di event nasional, khususnya di catur cepat tidak mengenal gelar. Semuanya tampil merata jadi satu, baik yang titel GM, MI, MF dan MN, baik putra maupun putri. Hal itu pula yang membuka peluang bagi pecatur non master untuk meraih prestasi puncak," ujar Irene.
Mengenai target di China, Irene mengatakan tidak memasang target muluk-muluk. Menurutnya, bisa masuk tiga besar saja sudah cukup memuaskan. Pasalnya event tersebut diikuti pecatur yang bertitel GMW dari berbagai negara, terutama tuan rumah yang memiliki pecatur GM Super.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang