JAKARTA, KOMPAS.com — Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Selatan akan mengumumkan hasil inventarisasi 187 bidang tanah di Kelurahan Lebak Bulus dan Cilandak Barat yang bakal terkena proyek mass rapid transit (MRT).
Pengumuman dapat dilihat mulai dari 14 September sampai 28 September di dua kantor kelurahan atau di bagian pelayanan publik Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jaksel di lantai satu Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Ketua P2T Jakarta Selatan Mangara Pardede mengatakan, 187 bidang tanah yang terletak di pinggir jalan protokol di Jakarta Selatan akan dibebaskan. "Bidang tanah yang terkena proyek ada 156 bidang di Kelurahan Cilandak Barat, sedangkan di Kelurahan Lebak Bulus ada 31 bidang.
Luas tanah yang terkena proyek bervariasi. Paling luas adalah 695 meter persegi yang terletak di tikungan antara Jalan RS Fatmawati dan Jalan TB Simatupang atas nama Rulaeni. "Sementara itu, yang luasnya 1 meter persegi juga ada," kata Mangara kepada wartawan, akhir pekan lalu, didampingi Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Selatan sekaligus Wakil Ketua P2T Delima Siahaan serta Kepala BPN Jakarta Selatan sekaligus Sekretaris P2T Djoko Dwi Tjiptanto.
Tanah-tanah yang terkena proyek itu diperkirakan akan dihargai lebih tinggi daripada nilai jual obyek pajak (NJOP). Soal berapa harga pasti ganti rugi yang akan diberikan kepada pemilik tanah, Mangara mengatakan, jumlahnya sedang ditaksir oleh lembaga penilai harga tanah independen yang direkomendasikan oleh gubernur, yakni PT Sucofindo. "Bagi yang keberatan atas hasil inventarisasi dapat komplain ke Sekretariat P2T di lantai 8 kantor wali kota," ujarnya.
Jalur MRT itu akan dibangun sepanjang 6,5 km dari Lebak Bulus sampai Dukuh Atas, di mana akan dipakai untuk kereta rel listrik (KRL). Target operasional pada 2016. KRL akan menggunakan dua jalur selebar 8 meter, tinggi 12 meter, diukur dari dasar tanah. "Tahun 2009 kami akan selesaikan masalah pembebasan tanah. Pelebaran jalan dimulai pada 2010," kata Mangara.
Pekerjaan konstruksinya dimulai pada 2011. "Depo utama MRT terletak di atas Terminal Bus Lebak Bulus," ujar Novizal, Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang