JAKARTA, KOMPAS.com- Sentimen anti-Malaysia yang merebak di Indonesia akhir-akhir ini, ternyata, mempengaruhi bisnis Proton, produsen mobil asal negara tetangga tersebut di tanah air. Hal tersebut diakui Ricky H. K. Too, Presiden Direktur PT Proton Edar Indonesia (PEI), ketika ditanya wartawan, usai perusahaan tersebut mengadakan acara charity (amal) dan buka puasa dengan anak yatim dan wartawan di Jakarta, akhir minggu lalu.
“Saya menerima laporan ada pengaruhnya sedikit,” ungkap Ricky yang sebelumnya mengaku berpengalaman di Toyota. Ditambahkan oleh pria ramah ini, padahal selama Agustus penjualan Proton di Indonesia meningkat tajam. Bahkan, dapat dinilai sebagai kenaikan terbesar selama 2009.
Total penjualan retail Proton di Indonesia selama Agustus – berdasarkan data yang dimiliki KOMPAS.com - 248 unit atau mengalami kenaikkan 89,3 persen, yaitu dari 131 unit pada bulan sebelumnya. Sedangkan wholesale, Proton melaporkan penjualannya 283 unit (Agustus) dan 186 unit (Juli).
Total penjualan retail Proton selama 2009 telah mencapai 1.060 unit, hampir mendekati total penjualan tahun lalu 1.174 unit. Angka tersebut sedikit di bawah wholesale, 1.206 unit tahun ini
Sementara itu, produk barunya, yaitu MPV Exora, wholesalenya jauh lebih tinggi dibandingkan retail. Selama Agustus, Proton telah mendistribusikan 82 unit ke dealernya. Atau total sejak diluncurkan Juli lalu mencapai 127 unit, yang berarti mengalami kenaikkan 82 persen.
Sedangkan realisasi penjualan berdasarkan SPK atau retail, baru mencapai 36 unit sejak diluncurkan pertengahan Juli lalu. Sebagian besar konsumen, tampaknya lebih tertarik dengan Exora otomatik dengan penjualan mencapai 35 unit.
Daya tarik Exora bagi sebagian konsumen MPV di Indonesia adalah harganya yang kompetitif dan fitur lebih lengkapi. Dipastikan, tak ada produk kompetitor , yaitu MPV dengan transmisi otomatik, seharga Exora.
Soal harga, Ricky membantah Proton melakukan pratek “dumping”. Pasalnya, dibandingkan dengan harga di Malaysia, harga Exora di Indonesia lebih rendah. “Ini harga promosi,”tukasnya.
Informasi lebih detil dari internal Proton mengatakan, konsumen yang terpengaruhi dengan sentimen tersebut adalah mereka masih berencana membeli Exora atau produk Proton lainnya. “Kalau sudah buka SPK, tetap saja beli. Tidak ada pengaruhnya terhadap senitmen anti-Malaysia,” jelas sumber tersebut.
Kendati demikian, kenaikan pejualan retail terbesar dialami oleh Proton Gen-2, dari 49 unit menjadi 186 unit atau hampir 3 kali lipat (280 persen).
“Lihat, pada acara ini, kami tidak memasang umbul-umbul dan poster Proton. Termasuk di dalam gedung ini,” ujarnya
Panti Asuhan yang menerima sumbangan dari PEI adalah Tunas Bangsa Rp 50 juta, Putera Utama 4 Ceger, Rp 84 juta dan Yayasan Pesantren Islam Bina Sani Cemerlang Al-Futuwwah, Rp 66 juta. Semua berada di Jakarta.
“Perperbedaan itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing panti. Kami menyumbang untuk membangun sarana misalnya tempat tidur yang layak, buku tulis dan bahan bangunan, ” jelas pria yantg mudah akrab dengan wartawan Indonesia ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang