Buat Pemudik dengan Mobil, Waspadai Motor

Kompas.com - 14/09/2009, 11:36 WIB

KOMPAS.com — Saat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan mobil, tak cuma pasar tumpah atau kemacetan yang menjadi perhatian utama. Lebih dari itu, sepeda motor patut diwaspadai. Pasalnya, lebih dari 4 juta kendaraan (gabungan roda empat dan dua) mudik tahun ini, dan lebih 50 persen menggunakan roda dua. Bisa dibayangkan, bagaimana suasana lalu lintas jalur mudik (terutama utara dan selatan Pulau Jawa).

Saking banyaknya, jalan yang akan dilalui sudah dipenuhi motor. Sekalipun sudah diberi klakson, pengendara motor tetap tidak menepi. Terkadang, manuver mereka sangat membahayakan sehingga menuntut pengemudi mobil untuk punya perhatian ekstra tinggi.

Lalu, bagaimanakah cara menghadapi motor di jalur mudik?

Beri isyarat
Ketika di depan ada segelintir atau segerombolan motor, segera beri isyarat dengan membunyikan klakson. Cukup satu atau dua kali. Sebab, siapa tahu stamina pengendara roda dua mulai berkurang sehingga terkadang melakukan manuver tiba-tiba tanpa memberi tanda (lampu sein), atau lajunya mendadak tidak normal (sempurna) akibat ngantuk.

Jaga jarak
Jangan menempel rapat. Jaga jarak sekitar dua sampai tiga meter sehingga Anda memiliki kesempatan untuk berhenti bila ada salah satu motor terjatuh.

Menyalip
Di depan terdapat empat sampai lima motor. Pastikan di depan mereka kosong dan jangan kurangi kecepatan saat mendahului. Sebelumnya, kasih isyarat bunyi klakson dibarengi memainkan lampu dim. Ketika menyalip, pastikan kerenggangan mobil Anda dengan motor minimal satu meter setengah, untuk menghindari kecelakaan bila motor terjatuh.

Motor dari depan
Saat menyalip mobil, pastikan tidak ada motor dari arah berlawanan. Kalaupun ada, jangan bikin kaget lantaran ruang geraknya tersita oleh manuver kita sehingga ia sampai harus keluar bahu jalan.

Muncul mendadak
Ini akan sering Anda alami. Motor mendadak muncul (mendahului) dari sisi kiri atau kanan dengan kecepatan tinggi, langsung memotong jalur. Makanya, sekalipun menghadapi jalanan lurus, sesekali lirik spion kiri dan kanan untuk memantau kondisi di belakang kita.

Berhenti mendadak atau belok seenaknya
Adegan seperti ini sering ditemui dalam keseharian. Sekali lagi, jangan menempel rapat, Demikian juga ketika menghadapi mobil depan yang mengerem secara mendadak karena tiba-tiba ada motor berhenti seenaknya tanpa memberi isyarat. (Andy Tinggogoy)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau