Mahasiswa Stain Surakarta Tolak Komersialisasi Pendidikan

Kompas.com - 14/09/2009, 14:43 WIB

SUKOHARJO, KOMPAS.com — Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Negeri (Stain) Surakarta memprotes ketidakjelasan sistem pembelajaran dan rincian pembiayaan yang ditawarkan kepada mahasiswa karena hal itu lebih mengarah pada komersialisasi pendidikan.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Kampus (FMPK) itu bahkan melakukan unjuk rasa dan menuntut kebijakan kampus yang dianggap tidak memihak kepentingan mahasiswa tersebut.

Selain itu, Koordinator Aksi FMPK Taqdir Lela di Sukoharjo, Senin (14/9), mengatakan, bentuk kerja sama antara Stain dan PT International Test Centre (ITC) juga dianggap tidak menguntungkan mahasiswa. "Dengan bukti biaya yang begitu besar dan belum tentu banyak mahasiswa baru yang menjadi target dari tes kerja sama STAIN-ITC ini bisa lulus tes tersebut," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, FMPK menuntut pihak rektorat mengubah kebijakan-kebijakan yang dipermasalahkan itu. Para mahasiswa menuntut rektorat membatalkan test of English for International communication yang merupakan kerja sama Stain dengan PT ITC. Menurutnya, kerja sama ini membuat mahasiswa lebih terbebani dan program tersebut dirasa tidak penting untuk semua jurusan.

"Kami juga menuntut Pusat Bahasa Asing (PBA) yang dinilai tidak terkonsep dan bermuatan dengan upaya komersialisasi pendidikan," katanya.

Sementara itu, Rektorat Stain belum bisa dimintai keterangan terkait tuntutan dari ratusan mahasiswa tersebut. Berdasarkan keterangan para pengunjuk rasa, tuntutan tersebut akan dibicarakan melalui dengar pendapat antara pihak rektorat dan perwakilan FMPK yang akan segera dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau