Jabatan Menteri ESDM? Kuntoro Tak Mau Berandai-andai...

Kompas.com - 14/09/2009, 15:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto menolak untuk berandai-andai seputar tawaran menteri dan menjadi anggota kabinet dalam pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

"Kalau ada yang menawari masuk (kabinet) silakan saja. Tapi, saya tidak mau berandai-andai," ujar Kuntoro menjawab pers seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (14/9) sore.

Pers sebelumnya meminta pendapatnya perihal kemungkinan tawaran jabatan menteri pertambangan dan energi menggantikan Poernomo Yusgiantoro yang disebut-sebut akan menjadi menko perekonomian.

Sambil bercanda, Kuntoro pun menjawab, "Yang penting sekarang siap-siap untuk buka puasa saja ya?"

Didesak wartawan bahwa tawaran menteri ESDM sudah jelas, Kuntoro menjawab lagi, "Sudah ya, selamat berbuka puasa saja."

Dalam catatan Kompas, meskipun Presiden SBY menyatakan bahwa penyusunan kabinet baru akan dilakukan pada awal Oktober mendatang, banyak spekulasi nama-nama yang akan dipilih Presiden sebagai pembantunya.

Sebelumnya, Kuntoro bersama sejumlah mantan deputi BRR berterima kasih atas bimbingan Wapres, sekaligus memberikan kenang-kenangan sebagai tanda ucapan simpatik, berupa buku tentang BRR yang diluncurkan akhir pekan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau