Harga Boleh Diskon, Kualitas Tetap Tak Berkurang

Kompas.com - 14/09/2009, 16:17 WIB

KOMPAS.com - ADA anggapan umum yang beredar di masyarakat bahwa barang yang dilego dengan potongan harga alias diskon bisa jadi berkualitas nomor dua. Umumnya, itu merupakan upaya pedagang untuk menghabiskan stok yang masih menumpuk.

Namun, benarkah anggapan itu juga berlaku di sektor properti? Manajer Pemasaran Panorama Serpong Hamim Akbar menampik anggapan ini. Menurut dia, produk properti tidak bisa disamakan dengan produk lain.

Ia mencontohkan, kualitas semua rumah yang ditawarkan ?PT Arya Lingga Manik, pengembang Panorama Serpong selama Ramadhan tak berbeda dengan rumah lain yang dijual tanpa diskon. “Apalagi, diskon berlaku untuk semua unit rumah,” sanggah dia.

Program diskon properti ini, menurut Hamin, merupakan salah satu cara ampuh untuk mendongkrak angka penjualan. Buktinya, belum genap sebulan promosi potongan harga ini berlangsung, pihaknya sudah ada mendapat pemesanan sebanyak 20 unit rumah.

Ia yakin, jumlah tersebut tak akan tercapai kalau rumah yang ditawarkan berkualitas rendah. “Di program diskon ini, kami mematok target penjualan bisa naik sebesar 5%,” kata Hamim.

Pengembang PT Lippo Cikarang juga sependapat. Unit rumah yang mereka jual dengan program diskon selama bulan puasa ini tetap memiliki kualitas bagus. “Kualitas tetap nomor satu bagi kami,” kata Juru Bicara PT Lippo Cikarang, Ria Sormin.

Rumah di kluster Vassa Residence yang dilego selama program diskon justru memiliki beberapa kelebihan. Misalnya, fasilitas garasi dan carport jauh lebih lapang dan memiliki fasilitas kolam renang di dalam rumah.

Direktur Century Pertiwi, Ali Hanafia juga menepis anggapan bahwa diskon berbanding lurus dengan kualitas yang minim. “Saya kurang sependapat dengan anggapan itu. Sebab, pembeli sekarang sudah kritis,” katanya. Konsekuensi dari pembeli kritis, kata Ali, pembeli akan enggan membeli barang kalau kualitasnya tak layak pakai.

Malah, Ali menegaskan, pengembang yang coba-coba menawarkan produk rumah dengan harga murah tapi kualitas diturunkan justru bisa membuat konsumen tidak percaya lagi pada proyek itu. “Bisa-bisa, pengembang tak dipercaya lagi,” ujarnya. Padahal, kepercayaan adalah salah satu faktor utama dalam bisnis perumahan.

Selain itu, saat ini, persaingan di bisnis properti semakin ketat. Jumlah pengembang sudah semakin banyak. Semua ingin menjaring konsumen sebanyak mungkin. Salah satu kuncinya, mereka harus menjaga kualitas produk di mata konsumen. “Dulu bisa memberi diskon dengan kualitas tak bagus, sekarang tidak bisa lagi,” kata Ali.(KONTAN/Anastasia Lilin Yuliantina)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau