Hindari 24 Titik Pasar Tumpah Jakarta-Losari

Kompas.com - 14/09/2009, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tercatat 24 titik rawan macet di jalur pantai utara (pantura) di Provinsi Jawa Barat akibat pasar tumpah. Jika Anda harus melalui jalur ini untuk mudik bersama keluarga, lebih baik hindari kawasan ini.

Ke-24 pasar tumpah tersebut tersebar di antara Jakarta dan Losari, mulai dari Karawang, Cikampek, Sukamandi, Pamanukan, Eretan Kulon, Jatibarang, Indramayu, ataupun Palimanan menuju Cirebon hingga Losari. Data Departemen Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan lokasi terpadat ada di kawasan Sukamandi-Pamanukan-Eretan Kulon dengan tujuh titik serta Palimanan-Losari dengan sembilan titik.

Di kawasan Sukamandi-Pamanukan-Eretan Kulon, pasar Sukra dan Patrol paling berpotensi menimbulkan kemacetan luar biasa. Sementara itu di kawasan Palimanan-Losari tercatat pasar Tegal Gubug, Gebang, dan Losari yang paling parah. Setiap hari untuk pasar saja, umumnya Jumat atau Sabtu, selalu timbul kemacetan di kawasan ini.

Direktur Bina Teknik Departemen PU Danis H Sumadilaga mengatakan, instansinya sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas perhubungan setempat untuk mengantisipasi pasar tumpah sehingga tidak mengganggu arus mudik. "Kita sudah koordinasi dengan pemda setempat," ujar Danis di Departemen PU, Senin (14/9).

Koordinasi itu menimbulkan kesepakatan, yang di dalamnya, pemda, kepolisian daerah, dan dinas perhubungan akan terjun langsung ke lapangan untuk mengamankan pasar tumpah. Salah satunya dengan memberikan insentif Lebaran ke tukang becak yang sering mangkal di jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

Namun, jika Anda berniat menempuh jalur lain, Anda bisa memilih jalur tengah sebagai alternatif Cikampek-Subang. Meski di Jawa Barat, jumlah pasar tumpah di sini paling ekstrem. Kemudian, setidaknya ada 48 titik lain yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga patut diwaspadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau