Sultan Terima Gelar Doktor "Honoris Causa"

Kompas.com - 15/09/2009, 04:33 WIB

Yogyakarta, Kompas - Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menerima gelar doktor honoris causa di bidang ilmu politik dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea. Gelar ini diberikan sebagai wujud penghormatan dan pengakuan atas kepemimpinan dan kontribusi Sultan yang dinilai luar biasa terhadap bangsa Indonesia.

”Presiden Hankuk University of Foreign Studies Park Chul menyatakan, Sultan merupakan tokoh level nasional yang berkomitmen pada pembangunan politik di Indonesia. Beliau juga dinilai konsisten memerhatikan kesejahteraan rakyat, menulis banyak tulisan yang konsisten untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir, yang mendampingi Sultan ke Korea, Senin (14/9).

Upacara pengukuhan gelar doktor honoris causa dilakukan Jumat (11/9) di Hankuk University of Foreign Studies, Korea. Dalam acara tersebut, Sultan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ”Era Baru Hubungan Korea-Indonesia”.

Dalam pidatonya itu, Sultan menyatakan, adalah sebuah kehormatan dapat menerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari universitas yang memiliki reputasi di bidang studi bahasa asing dan ilmu-ilmu sosial. ”Ini juga berarti penghargaan kepada masyarakat Yogyakarta dan menjadi perekat persahabatan Korea-Indonesia,” katanya.

Hubungan Korea-Indonesia dimulai melalui hubungan diplomatik pada tahun 1966. (RWN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau