Densus 88 Menyusup di KA Ekonomi dan Nonekonomi

Kompas.com - 15/09/2009, 10:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — PT Kereta Api (PT KA) melibatkan personel Densus 88 Antiteror untuk mengamankan kereta api yang mengangkut para pemudik.
     
"Densus 88 itu kami libatkan untuk pengamanan kereta api kelas ekonomi ataupun nonekonomi," kata Wakil Kepala Stasiun Pasar Turi Surabaya Adji Julainto, Selasa (15/9).
     
Setiap personel Densus 88 akan ditempatkan di setiap rangkaian kereta api tujuan Jakarta. Sementara itu, untuk kereta api tujuan lain, cukup anggota polisi biasa.
     
"Kereta api tujuan Jakarta itu paling banyak dipadati pemudik dibandingkan tujuan-tujuan lainnya," kata Adji beralasan.
     
Sebelumnya, Kepala PTKA Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya Judarso Widyono mengatakan, untuk pengamanan mudik Lebaran ini pihaknya melibatkan sedikitnya 200 personel kepolisian.
     
"Setiap rangkaian kereta api penumpang tujuan mana pun akan mendapatkan pengawalan dari anggota kepolisian," katanya.
     
Menurut dia, hal itu sudah sesuai prosedur yang ditetapkan dan dilaksanakan setiap tahun ketika kereta api sedang mengalami puncak kepadatan penumpang.
     
Pada Lebaran tahun ini pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api dari Daops VIII diperkirakan mencapai 982.646 orang yang terdiri atas 803.596 kereta utama dan 179.050 kereta lokal.
     
Itu berarti jumlah penumpang kereta api mengalami peningkatan sekitar 14 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu yang hanya 846.969, dengan rincian 671.430 kereta utama dan 175.539 kereta lokal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau