JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR, Andreas Pareira, mempertanyakan pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, yang menyebutkan bahwa DPR terburu-buru ingin menyelesaikan pembahasan RUU Rahasia Negara. Menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Juwono terkesan cuci tangan.
"Pernyataan (Menhan) itu hanya cuci tangan dan mencari popularitas. Saat di ujung tanduk, Menhan mengatakan dari Komisi I. Padahal, yang membahas pemerintah dan DPR," ujar Andreas, Selasa (15/9) di Gedung DPR, Jakarta.
Agenda pembahasan yang intensif, kata Andreas, merupakan kesepakatan pemerintah dan DPR. "Sejak awal, PDI Perjuangan mengatakan, kita tidak bermaksud harus menyelesaikan periode ini. Tidak ada target selesai pada periode ini," kata dia.
Materi yang masih menjadi perdebatan menyangkut definisi rahasia negara. DPR berpendapat, posisi rahasia negara terkait informasi. "Namun, bertele-tele karena pemerintah ingin rahasia negara juga menyangkut benda dan aktivitas," kata dia.
Sejak awal, menurut Andreas, pihaknya juga khawatir jika pembahasan dan ketok palu RUU Rahasia Negara dipaksakan selesai pada periode ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang