Nur Ikhsan (28), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatut Thalibin asuhan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, pernah mengikuti program live-in membantu pedagang kaki lima di Alun-alun Kabupaten Rembang. Selama sebulan, dia bertugas membuat minuman dan mencuci perkakas makan dan minum.
Santri asal Desa Kelopo dhuwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, itu mengaku mendapat berbagai pengalaman dan nilai-nilai kehidupan dari keluarga penjual ayam goreng tepung. Salah satunya adalah semangat kewirausahaan.
"Pedagang itu mencari nafkah untuk menghidupi anak-anaknya. Tentu saja dia mengalami untung dan rugi. Namun, semangatnya sangat tinggi. Kalau dia bisa, mengapa saya tidak," kata Ikhsan di Rembang, Senin (14/9).
Safrudin (30), alumni Ponpes Roudlatut Thalibin lainnya, juga menerapkan semangat kewirausahaan dari ponpes tersebut. Selain mengajar agama di Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang, dia juga berbisnis minuman kemasan dan membuka kios pakaian di Pasar Kota Rembang.
"Sebagai santri, saya mengelola koperasi. Dari situ, saya belajar memanajemen dagang secara sederhana," kata Safrudin.
Staf pengajar Ponpes Roudlatut Thalibin, Bisri Adib Hatani (Gus Adib), mengatakan, ponpes menanamkan teori dan praktik kewirausahaan. Teorinya, para santri mengembangkan kewirausahaan secara jujur, tidak gampang menyerah, dan menghidupkan semangat keteladanan atau tarbiyatu al-suluk (mendidik untuk menapaki) dari pengasuh.
Konkretnya, mengelola koperasi, membuat lembaran "Jurnal Mata Air", dan bekerja di percetakan serta penerbitan. Di koperasi, santri belajar manajemen air siap minum (Arsinum).
"Pengelolaan air itu memakai teknologi reverse osmosis atau desalinasi, mengubah air payau menjadi air siap minum yang dikemas dalam galon. Ponpes bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi," kata Gus Adib.
Di percetakan dan penerbitan, santri menerjemahkan tulisan atau bahasa Arab ke Indonesia. "Kami berharap, keluar dari ponpes, mereka dapat mengembangkan ilmu agama dan wirausaha," kata Gus Adib. (HENDRIYO WIDI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang