Stres Tingkatkan Gula Darah

Kompas.com - 15/09/2009, 15:44 WIB

KOMPAS.com — Kaitan antara stres dan gangguan kesehatan sudah lama diketahui para ahli. Kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga naiknya berat badan merupakan sedikit dari dampak stres. Kini Anda bisa menambahkan satu gangguan lain, yakni naiknya gula darah.

Hal itu terjadi karena saat kita stres, tubuh akan melakukan penyesuaian. Usaha penyesuaian tadi akan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, dan napas pendek-pendek. Gula darah pun ikut-ikutan melonjak.

"Di bawah tekanan stres, tubuh kita akan berada dalam mode melawan atau membiarkan sehingga gula darah pun akan naik sebagai bentuk persiapan terhadap kondisi tadi," kata Richard Surwit, PhD, penulis buku The Mind Body Diabetes Revolution.

Pada dasarnya hormon stres dalam tubuh kita didesain hanya untuk menghadapi situasi stres yang sifatnya sementara, seperti terjebak macet, menghadapi tes kerja, atau bertemu calon mertua, misalnya. Sayangnya, kebanyakan stres yang kita alami bersifat kronis, alias sudah menetap lama. Sebut saja pekerjaan yang setiap hari menuntut lembur, atau harus merawat orangtua yang sakit.

Akibatnya, hormon stres tadi akan seperti predator karena harus bertahan dalam kurun waktu yang lama. Gula darah pun dipaksa untuk terus-menerus menyesuaikan dengan kondisi ini. Untuk orang yang diabetes, peningkatan gula darah ini merupakan suatu masalah sendiri mengingat mereka tidak bisa memproduksi insulin secara ekstra untuk mempertahankan gula darahnya.

Kabar baiknya, olahraga yang sifatnya relaksasi dan teknik manajemen stres lain bisa membantu kita mengendalikan kadar gula darah.

Dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Duke University terhadap 100 pasien gula darah yang mengikuti kelas manajemen stres, diketahui setelah setahun kadar gula darah mereka tetap terjaga dan risiko terkena komplikasi diabetes pun berkurang.

Para responden penelitian tersebut mengikuti kelas manajemen stres yang meliputi relaksasi otot, olah napas, dan belajar memiliki pikiran positif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau