Taman 'Balcony'

Kompas.com - 15/09/2009, 17:25 WIB

KOMPAS.com - Zaman sekarang banyak rumah yang dibangun ke atas, alias dibangun minimal dua tingkat untuk mensiasati ukuran lahan yang terbatas. Sekarang pun juga marah dibangun apartemen dengan minim luasan area hijaunya. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak membuat atau memiliki taman di rumah/unit apartemen. Balkon dapat dimanfaatkan sebagai area area hijau yang mungil dan asri.Caranya?

Cermat sebelum menata

Penting untuk menanyakan kepada pihak yang merencanakan dan membangun bangunan tersebut, apakah area yang kita lirik untuk menjadi taman balkon itu cukup kuat menopang tambahan beban material taman atau tanaman. Mirip dengan perencanaan taman atap, perlu juga untuk memperhitungkan beban maksimum yang dapat ditopang oleh rangka bangunan di bawahnya.

Lalu kegiatan pemeliharaan pemeliharaan juga penting untuk diperhatikan. Apakah lokasi dapat dijangkau oleh air atau dapatkah dilakukan pemupukan atau penambahan media tanam? Semua harus diperhitungkan keamanan pemelihara dalam pelaksanaannya.

Membuat ruang luar dan menjaga privasi

Dengan menata tanaman baik yang ditanam langsung, dalam pot atau menggantung akan membentuk sebuah ruang luar yang dapat berfungsi sebagai ruang rekreasi keluarga, atau bahkan ruang privasi keluarga tersebut. Menempatkan tanaman dengan berjajar juga dapat berfungsi sebagai penahan angin yang efektif. Tetapi posisi ini perlu diperhatikan agar tanaman tersebut berdiri kokoh saat angin kencang datang. Dengan memberikan jarak agak lebar, tekanan angin dapat dipecahkan, sehingga tidak membuat tanaman patah atau tumbang.

Tanaman dalam wadah lebih aman

Pada lokasi yang cukup sempit, kadangkala penanaman dalam wadah merupakan pilihan terbaik. Baik dalam pembuatan bak tanaman atau dengan menempatkan tanaman dalam pot. Semuanya itu tergantung dengan aksesibilitas pelaksanaannya.

Untuk penanaman dalam bak tanaman, perlu diperhatikan cara penyiraman dan pembuangan air sisa penyiraman. Jika kreatif, pemilik rumah dapat memanfaatkan air buangan AC untuk penyiramaan tanaman dan membuat saluran pembuangan menuju saluran air hujan. Intinya jangan tercipta limpahan dan genangan air di dek bangunan maupun teras atas rumah.

Peletakan pot tanaman juga perlu dicermati. Jangan meletakkan pot yang cukup berat dipinggir balkon yang kurang kuat menyangga beban. Jenis tanaman yang digunakan adalah harus tahan sinar matahari, kondisi kering pada musim kering atau sangat basah pada musim hujan, serta tahan terpaan angin kencang.

Sebagai tempat tanaman koleksi

Lokasinya yang relatif sulit dari jangkauan orang luar, membuat area ini kerap kali menjadi tempat yang tepat untuk menempatkan tanaman koleksi yang harganya cukup mahal. Katakanlah seperti jenis popular seperti Anthurium sp., Aglaonema sp., dan Philodendron sp. Kondisi lingkungan pun disesuaikan dengan balkon yang cukup naungan dan sejuk tetapi tetap baik sirkulasi udaranya.

Selain itu jika terdapat di area tanpa naungan, dapat diletakkan tanaman sayur yang ditanam di dalam wadah. Umur siklus hidupnya yang relatif lebih singkat membuat kita dapat bercocok tanam dengan jenis tanaman sayur yang kita inginkan.

Jadi, dimana dan bagaimana pun lokasi tempatnya, taman kecil dapat diciptakan. Tidak terkecuali dengan area sempit seperti pada balkon atau teras bangunan atas rumah. Selamat berkreasi! (iDEAonline/Mona Sintia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau