JAKARTA, KOMPAS.com — Profesi musiman calo tiket yang biasa bergerilya menjelang hari raya, seperti Idul Fitri, tidak tampak di dalam Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/9). Penjagaan ketat oleh Kepolisian tampaknya membuat kawanan calo memilih "tiarap" ketimbang masuk bui.
"Calo tidak terlihat di dalam stasiun," kata Ipda Sukarmin, penanggung jawab posko pengamanan Stasiun Gambir, kepada Kompas.com.
Dari pantauan di dalam stastiun memang tidak ditemukan calo yang terang-terangan menawarkan tiket kepada calon pemudik.
Sukarmi menjelaskan, selama arus mudik hingga arus balik nanti, Kepolisian berjaga di sekitar Stasiun Gambir selama 24 jam. Pihaknya mengerahkan 90 petugas yang terbagi dalam tiga shift setiap harinya. Sepuluh orang dalam setiap shift berjaga lengkap dengan senjata api.
Selain itu, dikerahkan juga polisi berpakaian preman atau intel yang menyebar di dalam stasiun ditambah tim khusus yang menangani calo tiket.
Hasilnya, Selasa, polisi berhasil menangkap satu calo tiket ketika sedang bertransaksi di dalam stasiun. Ia tertangkap tangan dengan barang bukti satu tiket kereta Argo Bromo jurusan Surabaya untuk keberangkatan 19 September. "Tersangka sudah diserahkan ke Polda," kata dia.
Namun, menurut dia, akibat ketatnya penjagaan di dalam stasiun, tidak menutup kemungkinan kawanan calo beraksi di luar stasiun. "Bisa saja mereka (calo) beraksi di luar stasiun. Ada teknologi. Mereka bisa transaksi lewat telepon," ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang